Malang(beritajatim.com) – Pengurus baru DPD Partai Golkar Kota Malang membuka kembali kantor mereka yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang pada Minggu, (1/2/2026).
Kantor ini sempat disegel oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai kader partai imbas menolak kepemimpinan Ketua DPD Golkar Kota Malang yang baru, Djoko Prihatin.
Djoko mengatakan bahwa terpilihnya dirinya sebagai ketua DPD merupakan hasil dari Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Malang di Surabaya, pada Minggu, (14/12/2025) lalu. Dia mengaku secara sah terpilih sebagai ketua DPD Partai Golkar Kota Malang berdasarkan surat keputusan (SK) yang dia terima.
“Hasil Musda lahir sebuah SK yang beriringan dengan keputusan DPD Provinsi dan DPP. Secara de facto saya sudah terpilih pada 14 Desember 2025 kemarin. Tetapi 28 Januari 2026 kemarin secara de jure saya telah mutlak bahwa Golkar Kota Malang mendapat amanah dari Jawa Timur untuk menjalankan roda-roda partai,” kata Djoko.
Saat ini dia telah memastikan bahwa tidak ada kubu lain di Partai Golkar Kota Malang selain kepengurusan periode 2025-2030 di bawah kepemimpinannya. Dia menegaskan semua kubu yang sempat bergejolak akibat dinamika partai telah sepakat islah.
“Benar, kami sudah islah,” ujar Djoko.
Sementara itu, wakil ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Suryadi menuturkan, bahwa secara prinsip kepengurusan saat ini merupakan pondasi yang akan dipikul bersama selama 5 tahun ke depan. Suryadi menegaskan yang lalu biarlah berlalu. Saat ini semua anggota harus menatap ke depan dengan memperkuat partai melalui konsolidasi dan menghidupkan mesin-mesin partai.
“Kita akan warisi hal baik dari kepengurusan ini. Kepengurusan saat ini sudah mewakili semuanya di pemerintahan, pemuda sudah masuk secara keseluruhan. Kolaborasi yang baru dan lama insya allah akan saling merangkul. Karena regenerasi ini sudah biasa di Golkar,” ujar Suryadi. (luc/ted)






