Makkah (beritajatim.com) – Jemaah haji Indonesia, khususnya para lansia, diimbau untuk membiasakan diri menggunakan tangga berjalan atau eskalator sebelum keberangkatan guna menghindari risiko terjatuh yang berakibat patah tulang saat berada di kawasan Masjidil Haram, Makkah.
Hal ini menjadi perhatian serius tim kesehatan karena infrastruktur di Tanah Suci, mulai dari hotel hingga jalur ibadah utama, sangat mengandalkan fasilitas eskalator yang bergerak cukup cepat.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, banyak jemaah asal daerah, termasuk dari pelosok Jawa Timur, yang merasa ragu hingga takut saat harus menapakkan kaki di eskalator. Ketidakyakinan ini sering memicu jemaah kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke belakang.
Kepala Seksi PKP2JH, Lansia, dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Mayor CKM. dr. Ridwan Siswanto, mengungkapkan bahwa kasus cedera akibat eskalator bukanlah hal baru, namun dampaknya bisa sangat fatal bagi kelancaran ibadah jemaah.
“Kalau jamaah ini belum terlatih, belum pernah merasakan naik eskalator itu bahaya. Karena saya melihat dengan mata kepala sendiri jatuh jamaah itu ke belakang. Jatuh, jatuh ke belakang akhirnya kan cedera sendiri, patah tangan. Ya kasihan,” ujar dr. Ridwan saat ditemui di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026).
Titik Krusial Penggunaan Eskalator
Urgensi latihan ini semakin tinggi mengingat akses menuju titik-titik utama ibadah hampir seluruhnya menggunakan eskalator. Beberapa lokasi tersebut meliputi pintu Babu Salam, jalur menuju area Sa’i, hingga akses menuju lantai atas (rooftop) Masjidil Haram yang tidak menyediakan tangga manual.
Bagi jemaah yang tidak terbiasa, momen transisi saat kaki pertama kali menginjak anak tangga yang bergerak sering kali menimbulkan kepanikan. Dr. Ridwan menekankan bahwa jemaah yang masih berada di tanah air sebaiknya meluangkan waktu untuk melakukan simulasi sederhana.
“Latihan naik eskalator. Pergi ke mal atau mana ke kantor-kantor yang ada eskalator, latihan naik eskalator. Karena apa penting itu karena di sini ada salah satunya di pintu Babu Salam. Kalau mau ke rooftop juga pasti eskalator semua kan. Nggak ada tangga tuh,” tambahnya.
Selain Eskalator, Jaga Stamina Fisik
Selain kesiapan menghadapi eskalator, jemaah juga diingatkan untuk melakukan latihan fisik rutin berupa jalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Ibadah haji diperkirakan akan menuntut aktivitas fisik yang berat dengan total jarak tempuh mencapai puluhan kilometer, terutama saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketegasan dalam mempersiapkan fisik dan teknis ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk mewujudkan “Haji Ramah Lansia”. Dengan persiapan yang matang di tanah air, diharapkan jemaah dapat meminimalisir risiko cedera sehingga dapat menyelesaikan seluruh rangkaian rukun haji dalam kondisi sehat walafiat. [ian/MCH]






