Makkah (beritajatim.com) – Prosesi agung pergantian kain penutup Ka’bah atau kiswah di Masjidil Haram yang dijadwalkan berlangsung khidmat malam nanti menjelang masuknya 1 Muharram, ditegaskan bukan sekadar ritualitas teknis tahunan.
Momentum pergantian kain suci tersebut membawa simbol makro berupa pembaharuan spiritualitas mendalam sekaligus penanda lahirnya draf semangat baru bagi peradaban umat Islam di seluruh dunia.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI menyaksikan langsung kondisi mejelang pergantian kiswah atau kain penutup Ka’bah.

Filosofi di balik pemeliharaan Baitullah ini dipaparkan secara detail oleh Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina. Langkah pembaruan kain ini mengusung makna ganda yang mencakup dimensi esoteris penyucian jiwa umat serta dimensi eksoteris menjaga estetika fisik Ka’bah.
“Terkait momen pergantian Kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharram ini menjadi simbol bahwa tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan pencucian diri,” ujar Erti Herlina memberikan keterangan pers di Makkah, Senin (15/06/2026).
Erti menguraikan, ditinjau dari aspek ketahanan material, penggantian kain penutup mutlak diperlukan secara berkala demi menjaga kehormatan, kebersihan, dan keindahan ornamen Ka’bah dari potensi kerusakan alami. Sepanjang musim operasional haji dan umrah, kain sutra tersebut terus-menerus disentuh, diusap, dan didekap oleh jutaan pasang tangan manusia yang tengah larut dalam kekhusyukan ibadah tawaf melingkari Baitullah.

“Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka’bah itu, dan dalam satu tahun itu sudah berapa juta yang memegang, sehingga ini diperlukan pembaruan atau diganti,” jelas Erti menerangkan urgensi pemeliharaan fisik tersebut.
Secara teknis, kiswah merupakan maha karya seni tekstil Islam kasta tertinggi yang ditenun secara eksklusif menggunakan bahan sutra hitam murni bermutu tinggi. Keindahan kain suci ini kian megah berkat hiasan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur’an yang disulam timbul secara presisi menggunakan puluhan kilogram benang emas serta perak murni oleh jajaran perajin ahli di kompleks manufaktur khusus kiswah di Makkah.
Lebih lanjut, Erti membeberkan draf catatan sejarah mengenai adanya pergeseran lini masa pelaksanaan prosesi pencopotan kiswah. Pada era sebelum pandemi, otoritas Kerajaan Arab Saudi secara turun-temurun menggelar prosesi penggantian kain pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momen krusial saat seluruh jemaah haji sedang bergerak meninggalkan Makkah untuk wukuf di padang Arafah.

“Saya pernah mengalami tahun 2018 itu (pergantian Kiswah) pada 9 Dzulhijjah atau malam Arafah. Raja Salman memutuskan untuk mengganti dari 9 Dzulhijjah menjadi 1 Muharram itu pada tahun 2022 atau 1444 Hijriah,” kenangnya.
Sesuai draf ketetapan terbaru yang dirilis otoritas Masjidil Haram, tim ahli bersertifikat akan mulai bergerak terstruktur pada malam nanti guna menurunkan lembaran kain lama dan menaikkan bentangan kiswah baru bermotif benang emas tersebut.
Operasional pergantian malam nanti memastikan wajah Ka’bah senantiasa berdiri kokoh memancarkan keagungan spiritual yang murni bagi miliaran umat Islam saat memasuki kalender Tahun Baru Hijriah. [ian/MCH/but]






