Bojonegoro (beritajatim.com) – Guna mengurai permasalahan untuk mengatasi tingginya angka kemiskinan di Bojonegoro, Bojonegoro Institute (BI) memperkenalkan Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan (Sustainable Livelihood Approach/SLA). Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kapabilitas masyarakat dalam menghadapi kerentanan, serta mengoptimalkan dan mempertahankan aset penghidupan.
Direktur Bojonegoro Institute, AW Syaiful Huda, mengungkapkan bahwa 11,69% atau 147,33 ribu jiwa masyarakat Bojonegoro masih hidup di bawah garis kemiskinan. Mayoritas berada di pedesaan, bergantung pada sektor pertanian dengan kepemilikan lahan minim atau sebagai buruh tani tanpa keterampilan memadai. Kondisi ini diperparah oleh dampak kerusakan lingkungan, bencana alam, dan perubahan iklim, mengingat Bojonegoro kerap dilanda kekeringan dan banjir.
“SLA merupakan kerangka kerja holistik untuk mengidentifikasi dan meningkatkan aset penghidupan masyarakat, termasuk sumber daya manusia, alam, finansial, dan fisik,” jelas Awe, Kamis (3/7/2025).
Ia optimis SLA dapat menjadi solusi efektif untuk pengentasan kemiskinan serta transformasi sosial, ekonomi, dan ekologi yang berkelanjutan lintas generasi. Sebagai implementasi, BI telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis SLA di desa-desa, termasuk Desa Padang, Kecamatan Trucuk.
Kepala Desa Padang, Subagio, menyambut baik inisiatif BI ini, berharap kolaborasi dapat menghasilkan potensi prospektif.
Senada, Anggota DPRD Bojonegoro, Sudiono, berharap kegiatan SLA tidak hanya menganalisis kerentanan, tetapi juga memunculkan dan memaksimalkan potensi desa yang belum tergali, demi pengembangan sumber penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Dari kolaborasi ini, kami berharap mampu memunculkan potensi positif yang ada di Desa Padang. Sehingga masyarakat bisa mengembangkan sumber-sumber penghidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan yang dikemas dalam bentuk rembug oleh Bojonegoro Institute (BI) itu bekerjasama dengan Ford Foundation dengan tema Fasilitasi Perencanaan Pengembangan Penghidupan Berkelanjutan Desa Padang, bertempat di kantor Balai Desa Padang dengan mengundang puluhan warga beserta sejumlah tokoh masyarakat setempat. [lus/but]






