Malang (beritajatim.com) – Keterbatasan lahan bukan lagi halangan bagi warga RT 05 RW 12 Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, untuk bertani. Berkat pelatihan yang digelar oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jatim), kini mereka punya solusi jitu: sistem akuaponik dengan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember).
Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Agribisnis UPN Veteran Jatim, yang terdiri dari Ika Sari Tondang, S.P., M.Sc serta Fatchur Rozci, S. Agr., M. Agr bersama dengan mahasiswanya memberikan pelatihan ini sebagai wujud nyata komitmen kampus untuk berdampak positif bagi masyarakat. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan lele dan sayuran hidroponik, memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit secara optimal.
Solusi Murah, Sehat, dan Mandiri
Dalam sistem akuaponik, kotoran dan sisa makanan ikan di dalam ember berfungsi sebagai nutrisi alami bagi tanaman. Hal ini menciptakan siklus yang saling menguntungkan, di mana warga bisa memanen ikan sekaligus sayuran segar. “Akuaponik dengan Budikdamber ini sangat sederhana dalam perawatannya serta biayanya juga sangat terjangkau,” ungkap tim pengabdian.
Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat agar dapat mandiri dalam menyediakan pangan sehat. Dengan sistem ini, mereka bisa mendapatkan bahan pangan yang lebih murah, segar, dan bebas bahan kimia berbahaya.
Salah satu peserta, Ibu Indah, mengaku sangat terbantu. “Pekarangan saya terbatas, jadi sulit untuk bertani. Akuaponik ini solusi yang bagus agar saya bisa budidaya di rumah,” ujarnya dengan antusias.
Melalui program ini, UPN Veteran Jatim berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang dan mendorong semangat masyarakat untuk menyediakan makanan sehat dan berkualitas bagi keluarga mereka.[rea]






