Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC terus berupaya bangkit sekaligus memutus tren negatif yang mereka alami khususnya dalam tiga laga terakhir Super League 2025-2026, terlebih dari tiga laga tersebut, mereka justru mengalami tiga kegagalan secara beruntun.
Ketiga kegagalan beruntun tersebut dialami Laskar Sape Kerrab ketika menghadapi tiga tim kuat kontestan Super League, masing-masing kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya, dibantai 0-3 oleh PSIM Yogyakarta, serta menyerah 2-0 dari Persija di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Jum’at (23/1/2026).
Upaya bangkit tersebut mereka persiapkan menjelang laga kontra PSBS Biak, pada pekan ke-19 Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (31/1/2026) mendatang.
Laga tersebut tentunya akan menjadi momentum bagi tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, guna kembali ke jalur kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Sekaligus menjadi momen penting untuk mengakhiri rentetan hasil minor serta kembali menjauh dari zona merah degradasi.
Sebab saat ini mereka masih tercecer di posisi 14 klasemen sementara dengan torehan 17 poin berkat hasil 4 kali menang, 5 kali imbang, serta 9 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Mereka baru mampu mencetak 18 gol dan sudah kebobolan sebanyak 26 gol dari 18 laga yang dijalani. Serta hanya unggul 5 poin dari tim teratas penghuni zona merah degradasi, Persijap Jepara.
“Kita perlu belajar dari kesalahan yang dibuat di pertandingan itu (melawan Persija). Tetapi kami juga perlu melihat peningkatan di babak kedua, kita bermain lebih baik,” kata Pelatih Madura United FC, Carlos Parreira, Kamis (29/1/2026).
Selain itu pihaknya mengakui jika timnya masih terdapat beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi, sehingga laga kandang melawan Badai Pasifik menjadi momen tepat untuk menunjukkan kebangkitan. “3 poin menjadi target utama demi memperbaiki klasemen, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, kami perlu mencetak banyak gol dan kami fokus lebih pada penyerang, tetapi kami tidak bisa melepas fokus pada bagian lain. Kita perlu memperhatikan seluruh tim,” tegas juru taktik berkebangsaan Brasil.
Laga berat tersebut tidak lepas dari kondisi tim lawan, PSBS Biak yang berada tepat di atas zona merah degradasi. Mereka hanya unggul 4 poin dari Persijap, serta tertinggal 1 poin dari Madura United.
Sementara pada laga putaran pertama Super League antara PSBS Biak menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, berakhir imbang tanpa gol, dan kedua tim harus puas berbagi poin. [pin/aje]






