Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencetak sejarah. Kampus ini resmi masuk ke dalam daftar bergengsi QS Asia University Rankings 2026 sebagai new entrant, menempati posisi 1201–1300 di Asia.
Capaian ini menempatkan Unusa sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang berhasil menembus dua pemeringkatan global ‘big three’ sekaligus, yaitu Scimago Institutions Rankings (SIR) dan QS Ranking.
“Masuknya Unusa dalam QS Ranking menandai langkah penting bagi PTNU di kancah global. Ini bukti kampus berbasis nilai-nilai Aswaja mampu bersaing di level internasional dengan kualitas akademik yang diakui dunia,” ujar Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, Rabu (5/11/2025).
QS (Quacquarelli Symonds) World University Rankings adalah sistem pemeringkatan universitas paling berpengaruh di dunia. Masuknya Unusa menegaskan pengakuan global atas mutu Tridarma Perguruan Tinggi yang dijalankan.
Tri Yogi menyebut, prestasi ini hasil kerja keras seluruh sivitas akademika. Terutama penguatan di bidang riset, inovasi, dan kolaborasi internasional.
Sebelumnya, Unusa telah tercatat dalam tiga pemeringkatan global lainnya, antara lain Webometrics 2025 peringkat ke-48 nasional, SIR 2025 peringkat ke-72 di Indonesia, dan THE Impact Rankings 2025 kategori 1501+ global ranking.
Dengan empat pengakuan internasional, QS Ranking, SIR, THE, dan Webometrics, Unusa kini menjelma menjadi PTNU dengan pengakuan global paling luas.
Capaian ini strategis. Pengakuan QS Ranking menjadikan Unusa bagian dari jaringan universitas terbaik di Asia.
Hal ini diharapkan mampu menarik mitra kolaborasi internasional (penelitian, pertukaran mahasiswa, hibah riset), meningkatkan kepercayaan masyarakat dan industri terhadap kualitas lulusan, dan menjadi daya tarik kuat bagi calon mahasiswa dari dalam dan luar negeri.
“Capaian ini menjadi pijakan. Kami akan memperkuat reputasi akademik, memperluas kolaborasi riset internasional, dan meningkatkan dampak sosial Unusa,” tutup Tri Yogi. [ipl/ian]






