Ringkasan Berita:
- Tren rambut 2026 mengusung konsep praktis dan low maintenance untuk perempuan.
- Hairdresser Surabaya Arie Hidayat mengenalkan teknik baru usai belajar di Shanghai.
- Gaya beach wave dengan french blending dinilai cocok untuk iklim tropis Indonesia.
- Teknik baru memungkinkan penataan rambut selesai hanya sekitar 90 menit.
Surabaya (beritajatim.com) – Tren gaya rambut perempuan pada 2026 diperkirakan masih didominasi konsep simpel, praktis, dan mudah dirawat. Sejumlah inovasi teknik penataan rambut mulai diperkenalkan untuk menjawab kebutuhan perempuan modern yang ingin tampil rapi tanpa harus melakukan styling berlebihan setiap hari.
Hairdresser profesional sekaligus pemilik Arie and Team Hair & Beauty Salon, Arie Hidayat Siswanto mengatakan konsep salon yang saat ini ia kelola merupakan pengembangan dari Arie Harry Salon yang telah berdiri sekitar 30 tahun di Surabaya.
Salon tersebut dikenal luas dan memiliki pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Arie and Team adalah face lift dari Arie Harry Salon. Harapan saya ke depan harus lebih sukses dan lebih maju,” ujar Arie, Kamis (21/5/2026).
Arie menjelaskan dirinya baru saja mengikuti program edukasi kecantikan di Shanghai, China. Dalam program tersebut, ia mempelajari berbagai teknik terbaru mulai pemotongan rambut, pewarnaan, hingga pengeritingan modern.
“Di sana saya belajar cutting, color, dan perming,” katanya.
Dari hasil pembelajaran tersebut, Arie mulai mengenalkan konsep gaya rambut yang dinilai cocok diterapkan untuk perempuan Indonesia, khususnya di wilayah beriklim tropis seperti Surabaya.
Menurutnya, tren rambut 2026 lebih mengarah pada konsep low maintenance atau minim perawatan, namun tetap menghasilkan tampilan rambut yang rapi dan stylish.
Salah satu gaya yang diprediksi menjadi favorit adalah beach wave yang dipadukan dengan teknik potongan sederhana one length cut serta pewarnaan french blending.
“Ini sangat bisa diaplikasikan untuk wanita Indonesia karena low maintenance. Tidak perlu blow atau catokan setiap hari, tapi rambut tetap terlihat bagus,” ujarnya.
Selain praktis, Arie menyebut teknik french blending juga membuat proses penataan rambut jauh lebih efisien dibanding metode salon konvensional.
Jika biasanya proses pengeritingan dan pewarnaan rambut membutuhkan waktu hingga lima sampai enam jam, teknik terbaru yang dipelajarinya di Shanghai mampu memangkas waktu pengerjaan menjadi sekitar 90 menit.
“Itu yang saya pelajari di Shanghai. Biasanya bisa lima sampai enam jam, ini bisa selesai 90 menit,” kata Arie.
Ia menjelaskan teknik tersebut sangat cocok diterapkan di daerah beriklim panas karena memadukan efek curl pada ujung rambut dengan volume ringan di bagian akar rambut. Hasil akhirnya membuat rambut tetap terlihat bervolume namun terasa ringan dan mudah ditata.
Konsep perawatan rambut ini juga dinilai lebih sederhana karena cukup menggunakan produk dasar seperti foam atau gel dengan metode wash and go.
“Perawatannya sangat mudah, cukup wash and go,” ujarnya.
Arie memastikan teknik dan layanan tren rambut terbaru tersebut kini mulai diterapkan di seluruh cabang Arie and Team Hair & Beauty Salon yang berada di kawasan Pakuwon, Tunjungan Plaza, dan Ngagel, Surabaya. [way/beq]






