Surabaya (beritajatim.com) – Unusa dan Pelindo berkolaborasi membangun sistem pengolahan air bersih di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatun Najah Pamekasan. Kerjasama ini untuk memberikan akses yang lebih baik bagi santri setempat.
Wakil Rektor II Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Ir Muhammad Faqih mengatakan, kerjasama ini memiliki tujuan utama mensejahterakan kehidupan masyarakat dalam peningkatan kualitas air bersih. “Melalui kerjasama ini diharapkan mampu melayani kebutuhan air bersih para santri dan pengurus pondok pesantren. Diharapankan juga kerjasama ini dapat bersifat sustainable atau berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (14/7/2023).
Sementara Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyebut jika timnya tergerak dalam kolaborasi ini saat mengetahui realita santri Hidayatun Najah yang terikat waktu secara bergantian untuk mandi. Sehingga, mereka pun harus mandi di sungai yang berada di belakang pondok.
Pihaknya mengaku antusias dan mendukung penuh kolaborasi ini. Menurutnya kerjasama ini memang terbilang kolaborasi mikro, namun memiliki dampak luar biasa dan turunannya pun bisa bermanfaat. “Seperti dapat dikembangkan untuk budidaya ikan atau beternak, namun yang paling penting adalah para santri dapat terlindungi dan beraktivitas dengan adanya sistem pengolahan air bersih saat ini,” katanya.
Ia menambahkan, instalasi pengolahan air bersih yang dibangun ini dibentuk menggunakan bahan yang terjangkau di sekitar masyarakat, seperti zeolit, karbon aktif, pasir, dan silika. Sehingga, nantinya penduduk pesantren dapat melakukan pembaharuan secara mandiri pada alat penyaringan.
Sedangkan Ketua LPPM Unusa Achmad Syaifudin mengungkapkan bahwa tak sedikit para santri juga terkena penyakit gatal-gatal hingga diare dikarenakan penggunaan air sungai secara langsung tanpa ada penyaringan.
“Di sini kami melakukan kolaborasi dan penanganan dalam aspek air bersih, karena nantinya juga dapat memiliki manfaat luas. Mengapa kami mengambil pesantren sebagai yang diutamakan, karena pesantren sendiri merupakan tulang punggung pendidikan awal di negara kita,” ucapnya.
Selain itu, nantinya juga akan dibuat kolaborasi dalam bentuk Pesantren Bersemi (Bersih, Sehat, dan Mandiri). Para santri akan diberi pelatihan edukasi soal penggunaan keberlanjutan air bersih dan perawatan kamar mandi yang telah dibangun.
“Kami melihat para santri juga memiliki keahlian entrepreneur, membuat jajanan sendiri dan menjualnya, dari situ kita juga mendukung program yang bersifat kontinuitas untuk para santri. Langkah ini merupakan program lanjutan dan perluasan dari adanya program sistem air bersih ini,” ucapnya.
Di kesempatan itu, KH Imron Rosyid, pengasuh Ponpes Hidayatun Najah menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyampaikan terima kasihnya atas inisiatif Unusa dan Pelindo dalam membangun sistem pengolahan air bersih tersebut.
“Ini akan memberikan manfaat yang besar bagi para santri dan juga masyarakat sekitar dalam pasokan air bersih yang memadai. Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut dalam upaya meningkatkan kualitas hidup kita semua,” ucapnya.
Aiir bersih menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Namun, tidak semua masyarakat, terutama di daerah pedesaan memiliki akses yang memadai terhadap pasokan air bersih. Melihat kondisi ini, Unusa dan Pelindo mengambil inisiatif untuk bekerjasama dalam membangun sistem pengolahan air bersih yang handal dan berkelanjutan. [ipl/kun]
BACA JUGA:






