Surabaya (beritajatim.com) – Universitas of York dari Inggris dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar lokakarya inovatif bagi guru-guru bahasa Inggris tingkat SMP di Unesa.
Acara pembelajaran profesional ini berfokus pada peningkatan kesadaran guru bahasa Inggris tentang eco-literacy dan melibatkan elemen-elemen orientasi lingkungan.
Lokakarya ini terdiri dari dua bagian. Bagian Pertama mencakup paparan singkat secara teoritis-pedagogis dan bertujuan untuk menghubungkan konsep eco-literacy dengan kurikulum saat ini, kebijakan pendidikan, dan praktik pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia.
Bagian Kedua menggandengkan teori dengan praktik. Para guru mendiskusikan isu lingkungan di luar ruang lokakarya, berpartisipasi dalam kegiatan orientasi lapangan di kampus Unesa.
“Dalam kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman ini, para guru harus mencapai tiga pos pemeriksaan dengan menggunakan keterampilan navigasi,” ujar Prof Pratiwi Retnaningdyah dari perwakilan Unesa, Senin (19/2/2024).
Sesi yang disampaikan di pos-pos tersebut berfokus pada topik-topik eko-literasi tertentu dan melibatkan pelajaran demonstrasi dengan materi yang dirancang khusus untuk mempersiapkan para guru bahasa Inggris agar dapat menggunakannya di kelas mereka sendiri.
Prof Pratiwi menambahkan, bahwa para peserta menilai acara ini dan materi pembelajaran yang dikembangkan oleh NCELTMAD Unesa, Pusat Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Inggris, sangat menarik.
“Mereka sangat menikmati pengalaman belajar aktif dan kegiatan langsung yang mensimulasikan pengajaran di kelas. Mereka menantikan acara serupa di masa mendatang,” ungkapnya.
Sebagai informasi, acara ini dipimpin oleh Dr Andrzej Cirocki dari University of York dan Prof Pratiwi Retnaningdyah. Lokakarya ini juga didukung oleh tim dari anggota staf Prodi Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris di Unesa.
Sementara itu, para guru yang berpartisipasi diberi waktu tiga minggu untuk mengimplementasikan kegiatan serupa di kelas bahasa Inggris mereka sebagai kegiatan lanjutan.
Para guru juga menilai lembar kerja yang berorientasi pada eco-literacy membuat kelas lebih menyenangkan dan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan. [ipl/but]






