Kediri (beritajatim.com) – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kadiri mengambil langkah strategis dalam memperkuat kontribusi akademisi terhadap pembangunan daerah. Pada hari ini, Selasa (2/12/2025), Program Studi Teknik Industri melalui Fakultas Teknik resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Agreement/MoA) dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Jawa Timur Indonesia.
Penandatanganan kerjasama ini merupakan implementasi nyata dari visi keilmuan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Kadiri, yakni menjadi pusat unggulan pendidikan dan riset yang berfokus pada optimalisasi sistem Industri Kecil Menengah (IKM). Fokus utama dari sinergi ini adalah penerapan prinsip ekonomi sirkular (circular economy) untuk mewujudkan keberlanjutan, baik di tingkat lokal maupun global.
Kerjasama ini dibangun atas dasar kesadaran akan pentingnya kolaborasi Triple Helix yang menghubungkan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri. Melalui MoU ini, kedua belah pihak sepakat untuk bersinergi dalam berbagai program, mulai dari penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pendampingan teknis bagi para pelaku IKM di wilayah Kota Kediri.

“Tujuan utama kami adalah berkontribusi langsung dalam membangun perindustrian inti di Kediri. Dengan basis keilmuan Teknik Industri, kami ingin membantu IKM agar lebih efisien, produktif, dan minim limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular. Riset yang kami lakukan diharapkan menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi Disperdagin dan pelaku usaha,” ujar Ir. Silvi Rushanti W, ST., MT., Ketua Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Kadiri usai penandatanganan.
Pihak Disperdagin Kota Kediri menyambut baik inisiatif ini. Sinergi dengan perguruan tinggi dinilai sangat krusial untuk memberikan sentuhan inovasi dan kajian akademis yang mendalam dalam perumusan kebijakan industri serta pengembangan kapasitas IKM di daerah.
“Kami berharap Teknik Industri dan Disperdagin bisa menyelesaikan masalah yang ada, prinsipnya kecil dulu namun berdampak bagi masyarakat industri” Ujar Kepala Disperdagin Kota Kediri Mohamad Ridwan, S.Sos., MM.
Diharapkan, kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem industri yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan (sustainability), sejalan dengan tren industri global masa kini.Ini sekaligus menjadi komitmen serta moral visi keilmuan Program Studi yang harus berdampak terhadap masyarakat sekitarnya sesuai Program Kemenditisaintek “Kampus Berdampak”. [nm/but]






