Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember meraih posisi runner-up dalam kejuaraan tenis nasional antarinstansi di Surabaya, Jawa Timur, 5-8 Desember 2024. Universitas Jember dikalahkan tuan rumah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) A 0-2 di babak final, Minggu (8/12/2024).
Tim Universitas Jember tampil gemilang sejak babak awal dalam kategori beregu putra Kelompok Usia 55 Tahun. Dalam pertandingan awal, Unej melubas Dinas Pendidikan Jawa Timur 3-0, menang atas Angkatan laut 3-0, dan membabat Universitas Pembangunan Nasional juga dengan skor 3-0.
Universitas Jember melaju ke babak perempat final menghadapi tim tuan rumah Unesa B. Kali ini Universitas Jember unggul 2-0 dan menembus babak semifinal dan dinanti tim Kodam V Brawijaya.
Melalui pertandingan yang ketat, Universitas Jember akhirnya berhasil mengalahkan Kodam V Brawijaya 2-1. Mereka bertemu dengan tuan rumah Inesa A di babak final. Kali ini, Universitas Jember gagal melanjutkan rangkaian kemenangan dan harus puas di posisi kedua.
Sebenarnya Unesa A bukan lawan asing bagi Universitas Jember. Oktober 2024 lalu, Universitas Jember berhasil mengalahkan mereka dalan turnamen Unej Cup. Namun pertandingan final kali ini performa para petenis Universitas Jember di bawah ekspektasi.
“Hari ketiga, 60 persen pemain sakit flu berat. Ini salah satu faktor kami tak bisa tampil maksimal. Namun kami mengapresiasi tim Unesa yang telah menyiapkan diri selama empat bulan untuk kejuaraan ini,” kata Ketua Tim Tenis Unej Soetriono, Senin (9/12/2024).
Kendati gagal menjadi juara, Soetriono menyebut pencapaian ini menunjukkan kualitas dan semangat juang yang tinggi. “Kami terus berlatih dan berusaha memberikan yang terbaik. Pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan yang telah kami jalani,” katanya.
Soetriono berharap tim tenis Universitas Jember dapat terus berkembang dan membawa nama baik kampus dalam ajang-ajang nasional lainnya. “Kami akan terus mendukung perkembangan olahraga di Unej, baik dari segi fasilitas, pembinaan, maupun kesempatan untuk berkompetisi di berbagai kejuaraan,” katanya.
Dosen Fakultas Pertanian ini berharap tim tenis Unej dapat menjadi contoh bagi sivitas akademika. “Dengan kerja keras dan semangat juang yang tinggi, segala sesuatu mungkin tercapai. Kami akan terus bekerja keras untuk membawa tim ini meraih juara di kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” kata Soetriono. [wir]






