Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Hang Tuah (Pengmas UHT) Surabaya menyerahkan alat Reverse Osmosis (RO) bertenaga surya ke Ponpes Al Karimiyyah Kabupaten Sumenep.
Alat ini merupakan hasil inovasi tiga dosen Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) UHT Surabaya, yakni Erik Sugianto, Belly Yan Dewantara, dan Hadi Prasutiyon. Dalam pembuatan alat tersebut, mereka dibantu enam mahasiswa FTIK.
Ketua Tim Pengmas Erik Sugianto mengatakan, cara kerja alat ini menggunakan jaringan sistem aliran listrik yang diambil dari sumber daya panel tenaga surya. Sehingga, alat bisa bekerja otomatis dan berlanjutan.
“Alat ini mengolah sumber mata air sumur atau bor menjadi higienis, bersih dan berkualitas tinggi, serta siap untuk dikonsumsi dan diminum para santri melalui kran-kran yang disediakan,” ujar Erik, Rabu (11/10/2023).
BACA JUGA:
Universitas Hang Tuah Surabaya Kaji Ulang Masa Pensiun Prajurit TNI
Erik mengungkapkan, hasil uji coba sistem inovasinya itu sudah dikaji dan dievaluasi lewat uji tes kelayakan dan keakuratan kadar air yang terdeteksi menunjukkan nilai parts per million (PPM) sebesar 26 persen.
“Sedangkan standar aman air layak minum ada di bawah 100 persen,” ungkap Erik.
Di Ponpes Al Karimiyyah sendiri, kata dia, terdapat masalah dengan kebutuhan dan ketersediaan air bersih untuk santrinya. Ada 250 santri yang masih sangat membutuhkan ketersediaan air minum bersih.
BACA JUGA:
Universitas Hang Tuah Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Ortodonti dan Perikanan
Sementara Pengasuh Ponpes Al Karimiyyah Hj. Virzannida Busyro menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh tim Pengmas UHT Surabaya.
“Tentu sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari para santriwati keluarga besar ponpes,” tuturnya. [ipl/beq]






