Sidoarjo (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi strategis berbasis pendekatan Triple Helix, yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri. Kolaborasi ini diwujudkan dalam kegiatan bertajuk “Peran Pemuda untuk Kesiapan UMKM Memenuhi Standar Retail Modern dan Peran Kampus dalam Ekosistem Kemitraan” pada 26–27 Juli 2025 di Fave Hotel Sidoarjo.
Program ini digagas oleh Program Studi Doktor Manajemen dan Entrepreneurship Universitas Ciputra, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo serta Indomarco. Tujuannya menjembatani pelaku UMKM dengan kebutuhan industri retail modern agar dapat bersaing secara kompetitif.
Kepala Program Studi Doktor Manajemen dan Entrepreneurship UC, Dr. David Sukardi Kodrat, menegaskan pentingnya membangun ekosistem UMKM yang kuat dan berdaya saing.
“Ini bukan sekadar tentang bisnis, melainkan membangun ekosistem. Pemuda memiliki peran strategis sebagai penghubung antara UMKM dan dunia retail modern,” ujar David, Kamis (31/7/2025).
Selama dua hari kegiatan, para dosen dan akademisi UC turun langsung memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Mentoring difokuskan pada desain kemasan, legalitas usaha, hingga strategi menghadapi kurasi produk oleh retail besar. Semua pendampingan berbasis riset akademik yang aplikatif dan sesuai kebutuhan pasar.
Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa lebih dari 99 persen pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM. Namun, mayoritas masih menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan standar retail modern. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konkret untuk menjawab tantangan tersebut.
Pihak Disperindag Kabupaten Sidoarjo memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor industri.
“Kami ingin UMKM tidak sekadar bertahan, tapi mampu berkembang dan bersaing. Keterlibatan perguruan tinggi dan industri seperti ini menjadi langkah percepatan yang sangat kami apresiasi,” ujar Widiyantoro Basuki, perwakilan Disperindag.
Selain pendampingan, program ini juga menghadirkan seminar, workshop, dan klinik UMKM bersama praktisi dari Indomarco. Sejumlah produk UMKM yang ikut serta bahkan mendapatkan tanggapan positif dari pihak retail, sebagai indikator kesiapan mereka menembus pasar modern.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari misi Entrepreneurship for the Nation yang diusung Universitas Ciputra. Melalui pendekatan riset terapan dan keterlibatan langsung dalam masyarakat, UC menempatkan perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi.
Universitas Ciputra menegaskan bahwa peran kampus tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lokal. [ipl/beq]






