Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) ngalap berkah dengan khotmil Al-Quran bersama Majlis Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab. Acara ini dihadiri ratusan jamaah yang terdiri atas dosen, karyawan, dan anggota majlis pada Senin (13/5/2024) di Masjid Ainul Yaqin Unisma.
Dalam rangkaian acara diisi dengan pengajian umum oleh Gus Sabuth Panoto Projo atau yang akrab disapa Gus Sabuth. Rektor Unisma, Prof. Maskuri, M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa semaan Al-Qur’an bersama Majlis Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab telah menjadi genda tahunan.
Dengan kedatangan jamaah dan Gus Sabuth, Unisma diberi keteduhan dan didampingi untuk cinta pada Al Quran. “Di dalam Quran ada ungkapan, Allah Swt mewariskan kitab pada orang yang terpilih diantara hamba Allah, semoga kita masuk yang terpilih,” ucap Maskuri di hadapan jamaah.
Jika menjadi yang terpilih maka harus bisa menjaga Al-Quran itu. Rektor mengatakan, sebaik baik manusia itu kalau dalam sebulan bisa khatam Al Quran atau sehari bisa satu juz. Semulia-mulianya manusia, bisa mengkhatam Al Quran dalam 7 hari.
“Apalagi dalam majlis ini kita hatamkan Al-Quran dalam sehari. Semoga kita termasuk hamba Allah yang mendapat mahkota yang diberi Allah pada hamba pecinta Al Quran,” lanjutnya.
Sebagai pimpinan Unisma, Maskuri menyampaikan apresiasi yang tinggi pada Majlis Sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin. Unisma dekat dengan pecinta Al-Quran karena memiliki mahasiswa program Tahfidz Quran sekitar 500 mahasiswa dan mempunyai 4 orang Tahfidz Al Quran yang hafal yang 30 juz.
“Nuansa murottal Quran di Unisma berkumandang mulai jam 7 sampai jam 5 sore. Kantor kami terdengar Murottalnya Syaikh Sudais. Lebih mulia lagi, masuk dan duduk di kursi Unisma untuk dosen, karyawan, dan pimpinan, minimal satu makrok sebelum beraktivitas. Alhamdulillah itu kami wajibkan,” ucapnya.
Rektor Unisma juga mengutip hadits nabi bahwa Surga itu merindukan 4 golongan, salah satu diantara itu orang yang terbiasa membaca Al Quran. Jika dekat dengan Al Quran maka tidak mudah untuk neko-neko.
“Al-Quran itu membimbing, mendidik, memberi petunjuk, dan membedakan baik dan buruk. Mereka (jamaah majlis) bukan semata mata bukan ahli Quran, tapi juga orang yang dermawan karena tidak dikasih transport datang sendiri,” katanya dengan tersenyum ramah.
Orang dermawan banyak macam. Tidak hanya dalam konteks materi, tetapi membantu dalam waktu, kesempatan, tersenyum, atau keluasan hati, termasuk hadir di forum majlis. Dekat dengan Allah, dekat manusia, dekat dengan surga, jauh dari api neraka.
“Sebaliknya orang bakhil itu jauh dari Allah, tidak disukai Allah, Swt. Jadi jangan bakhil ketemu teman kita harus tersenyum. Orang bakhil itu lebih dekat dengan api neraka, semoga kita masuk orang dermawan,” tutup Maskuri.
Sementara Gus Sabuth dalam tausiyahnya banyak mengapresiasi Prof Maskuri yang dianggap sebagai orang yang banyak berkontribusi terhadap Unisma dan Ummat. Pihaknya pun mendoakan agar pimpinan Unisma ini bisa terus diberikan kesehatan dan keberkahan dalam hidupnya. (dan/ian)






