Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, Dr. (HC) Lutfi Rauf, M.A., dalam agenda kuliah umum bertema ‘Peluang Kerja Sama antara Universitas Islam Malang dan Mitra Strategis di Mesir untuk Meningkatkan Daya Saing Global Mahasiswa’ pada Jumat (20/6/2025).
Acara yang berlangsung di Ruang Seminar KH. A. Wahab Hasbullah, Gedung Utsman bin Affan Lantai 7 ini menjadi momentum penting bagi Unisma dalam memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan institusi strategis di Mesir seperti Universitas Al-Azhar.
Dalam sambutannya, Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. menegaskan bahwa Unisma sedang memfinalisasi kerja sama strategis dengan Al-Azhar Observatory for Combating Terrorism, sebuah lembaga otoritatif di bawah Universitas Al-Azhar, Mesir, yang fokus pada pencegahan ekstremisme dan terorisme berbasis nilai keagamaan moderat.
“Naskah FOU (Framework of Understanding) sudah selesai, dan kini dalam proses finalisasi administrasi lintas negara. Prosesnya memang tidak sederhana, tetapi kerja sama ini sangat penting, mengingat Unisma juga berkomitmen pada nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin,” ujar Prof. Junaidi.
Rektor Junaidi juga memaparkan bahwa Unisma tengah gencar melakukan internasionalisasi kampus. Saat ini, Unisma memiliki 10 fakultas dengan 25 program sarjana, 10 magister, 1 doktoral, dan dua program profesi (guru dan dokter).
7 Program studi telah terakreditasi internasional, antara lain Agroekoteknologi, Agribisnis, Peternakan (ASIIN – Jerman), serta Hukum, Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Publik akreditasi dari Jerman).
Peringkat ke-153 di Asia Tenggara versi QS Asian University Ranking dan tier 851 di Asian University Ranking. Unisma juga menjalankan program pertukaran internasional seperti skema 2+2 dan 3+1 dengan perguruan tinggi di Taiwan, serta menyediakan beasiswa bebas tuition fee bagi 60 mahasiswa asing tiap tahun, termasuk dari Mesir.
Dubes RI untuk Mesir, Dr. (HC) Lutfi Rauf, M.A., mengapresiasi langkah Unisma dan menegaskan bahwa Indonesia saat ini semakin dikenal di kalangan akademik Mesir, khususnya melalui program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).
“Program BIPA di Puskin Kairo dan Pusat Studi Indonesia di Universitas Suez Canal sudah diikuti lebih dari 400 peserta setiap empat bulan,” paparnya.
Selain itu, terdapat 61 mahasiswa di Universitas Al-Azhar yang telah memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa pilihan kedua. Bahkan, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia kini dalam proses finalisasi administrasi oleh Pemerintah Mesir dan akan menjadi prodi pertama sejenis di kawasan Timur Tengah.
MoU kerja sama pendidikan tinggi 2023–2025 antara berbagai kampus Indonesia dan Mesir terus dikembangkan, mencakup riset kolaboratif, pertukaran dosen-mahasiswa, dan pengembangan studi keislaman.
“Saat ini ada 19 perguruan tinggi di Indonesia yang bekerja sama dengan 11 universitas di Mesir. Kami harap Unisma segera menyusul dalam barisan mitra aktif tersebut,” ungkap Dubes Lutfi.

Prof. Junaidi menyampaikan harapannya agar semakin banyak mahasiswa asal Mesir dapat belajar di Unisma melalui skema beasiswa maupun program pertukaran budaya dan akademik. Salah satu contohnya adalah kuliah umum sebelumnya yang menghadirkan Prof. Amani El-Sharif, mantan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Al-Azhar, ke Fakultas Kedokteran Unisma.
Saat ini, Unisma telah menampung 341 mahasiswa asing, sebagian besar mempelajari bahasa dan budaya Indonesia melalui program Darmasiswa dan program reguler.
Acara ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi Unisma sebagai universitas kelas dunia yang berbasis nilai Islam moderat. Dengan memperkuat jejaring internasional, khususnya dengan Mesir sebagai pusat peradaban Islam global, Unisma berharap bisa mendorong daya saing global mahasiswanya.
“Kunjungan Dubes ini bukan hanya simbolik, tapi awal dari sinergi jangka panjang. Kami ingin mahasiswa Unisma tak hanya berprestasi di dalam negeri, tapi juga di pentas internasional,” tutup Rektor Unisma. (dan/but)






