Lamongan (beritajatim.com) – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama akademik dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Dua agenda utama digelar, yakni kuliah tamu internasional (International Guest Lecture) dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta diskusi kolaborasi riset dan penulisan ilmiah.
Kegiatan kuliah tamu berlangsung di Gedung Pascasarjana Unisda dengan menghadirkan tiga narasumber dari UiTM Malaysia, yaitu Dr. Tuan Sarifah Aini Binti Syed Ahmad, Dr. Wan Zumusni Binti Wan Mustapha, dan Associate Professor Dr. Angeline Ranjethamoney A/P R. Vijayarajoo. Mahasiswa dari seluruh fakultas Unisda, dengan masing-masing fakultas mengirimkan 15 perwakilan, tampak antusias mengikuti sesi pembelajaran internasional tersebut.
Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan eksposur internasional bagi mahasiswa.
“Selain mendapat pengetahuan baru langsung dari dosen luar negeri, mahasiswa juga memperoleh peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan sertifikat internasional,” ungkap Hafidh, Rabu (18/6/2025).
Usai perkuliahan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan diskusi akademik di Ruang Rapat Unisda. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Unisda, termasuk Wakil Rektor I dan III, para dekan, wakil dekan, kepala biro, serta pimpinan lembaga seperti LPPM, BPM, dan PPKW. Ketiga dosen UiTM turut serta dalam diskusi yang memfokuskan pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang riset bersama dan penulisan publikasi ilmiah.
Melalui kerja sama ini, Unisda menegaskan posisinya sebagai institusi yang siap menjawab tantangan globalisasi dan dinamika revolusi industri 4.0. Hafidh menyebutkan bahwa kemitraan internasional ini membuka berbagai peluang kerja sama lanjutan.
“Diharapkan, kemitraan internasional ini dapat membuka peluang pertukaran mahasiswa, seminar bersama, serta pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan berstandar global,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Unisda untuk menjadi kampus yang unggul secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan keislaman yang menjadi dasar pengembangan institusi. [fak/beq]






