Surabaya (beritajatim.com) – Berawal dari kecintaannya terhadap tanaman bunga, membuat Laili Nur Hidayah gadis asal Desa Sumbergondo, Batu Jawa Timur ini mengkreasikan bunga segar khas Kecamatan Bumiaji menjadi hiasan bunga kering yang cantik di dalam bingkai kaca dan kayu.
Gadis berusia 24 tahun ini pun berbisnis hiasan bunga yang cukup menarik untuk pajangan di rumah atau sekedar kado untuk kerabat atau saudara.
Mantan Mahasiswa Universitas Negeri Malang jurusan Seni Desain menceritakan awal kali merintis bisnis hiasan bunga ini di tahun 2020 lalu dimana dia mencoba eksperimen dengan banyaknya bunga di sekelilingnya karena mayoritas di kampungnya adalah petani bunga. Dia mencoba bagaimana cara mengeringkan bunga tanpa busuk dan berjamur.
Berkolaborasi dengan pemuda asal desanya, ia pun menjadi penyedia bunga karena kebanyakan para pemuda tidak memiliki perkebunan bunga untuk bisa menjadi bahan hiasan. Bahkan, ia pun juga berkolaborasi dengan petani setempat jika stok bunga yang dimilikinya habis.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMKM”]
“Awalnya banyaknya petani bunga di wilayah sini dan biasanya masyarakat hanya membuat bunga potong dan itu saya pikir hanya bertahan satu minggu, makanya saya cari ide dengan research di sosial media bagaimana bunga segar bisa diawetkan, dan akhirnya setelah satu tahun, saya pun bisa menemukan,” ungkap Nur Hidayah.
Metode Herbarium atau metode penumpukan bunga dengan kertas seberat mungkin sampai piluh dengan kurun waktu tertentu akan membuat bunga ini menjadi kering.
Asalkan tahu bagaimana metode pembuatnya dijamin bunga segar yang telah dipilihkan ini tidak akan layu atau jamuran, namun dengan catatan ini tergantung masing-masing jenis bunga. “Masing- masing bunga ini beda metodenya misalnya bunga cosmos tipe bunga ini di-pres selama 7 hingga 10 hari bisa langsung kering lalu di simpan di tempat yang kedap dan tidak boleh kena sinar matahari dan diberi oleh bahan pengawet baru bisa menjadi sebuah hiasan yang dirangkai di dalam kaca dan diberi bingkai kayu,” imbuhnya.
Ada jenis empat bunga yang bisa digunakan sebagai hiasan bunga kering dalam kaca berpigura ini, sejauh ini banyak konsumen dari luar Batu yang memesan bunga mawar, paku, cosmos dan zinia.
“Jadi kita cari bunga yang tidak mudah busuk dan berubah warna seperti cosmos, zinia, mawar dan paku karena dari bunga ini pajangan ini bisa tahan sampai beberapa tahun kedepan asal waktu proses pengeringan tidak berjamur atau busuk,” ujarnya.
Soal harga tak perlu resah, semua masyarakat bisa membeli karena harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 300 ribu, dengan cara pemesanan melalui sosial media Flowry.co atau lewat e- commerce di aplikasi playstore. (way/kun)






