Ringkasan Berita
- Pasar Hewan Kurban MERR Surabaya mulai ramai menjelang Iduladha 1447 H, dengan pedagang berlomba menarik minat pembeli.
- Lapak Satrio Nursuryo menonjol karena menampilkan boneka domba sebagai suvenir setiap pembelian hewan kurban.
- Meski penjualan awal masih sepi, Satrio optimistis penjualan akan meningkat menjelang Hari H Iduladha.
Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pasar Hewan Kurban di kawasan Jalan Ir. Soekarno (MERR) Surabaya mulai ramai dengan berbagai lapak yang saling bersaing ketat untuk memikat hati pembeli.
Di antara belasan pedagang, lapak milik Satrio Nursuryo, peternak asal Kabupaten Sidoarjo, tampil paling mencolok berkat ide kreatifnya yang berbeda dari lainnya.
Alih-alih menampilkan suasana garang seperti kebanyakan lapak hewan kurban, lapak Satrio justru tampak seperti toko boneka. Bagian depannya dipenuhi tumpukan boneka domba yang ditata rapi, menciptakan kesan lucu dan menggemaskan.
Satrio mengaku sengaja menyiapkan boneka-boneka tersebut sebagai strategi untuk menarik minat pelanggan sekaligus memberikan kenang-kenangan manis bagi mereka yang menunaikan ibadah kurban tahun ini.
“Setiap pembelian satu ekor hewan kurban, baik itu sapi, domba, maupun kambing pasti mendapatkan bonus suvenir boneka domba,” ujar Satrio saat ditemui di lapaknya pada Senin (18/5/2026).
Selain daya tarik suvenir unik, Satrio juga memanfaatkan pemasaran daring melalui katalog digital yang dilengkapi fasilitas bebas biaya pengiriman. “Layanan pengiriman ke wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik kami sediakan gratis, sedangkan untuk pengiriman ke luar daerah masih bisa dibicarakan (dinegosiasikan),” tambahnya.
Meski telah melakukan berbagai inovasi, Satrio mengakui bahwa kondisi penjualan tahun ini cenderung lebih lesu dibandingkan Idul Adha tahun lalu.
“Jika tahun lalu kami bisa menjual lebih dari 150 ekor dan langsung laku 20 ekor di hari pertama buka, tahun ini sebagian besar masyarakat yang datang masih sebatas melihat-lihat,” keluhnya.
Kendati pasar masih terbilang sepi, peternak asal Sidoarjo ini tetap optimistis bahwa penjualan akan meningkat seiring berjalannya waktu. Ia menduga lambatnya pergerakan pasar dipengaruhi momen libur panjang baru-baru ini serta jarak waktu menuju Hari H Idul Adha yang masih cukup lama.
“Kemungkinan besar masyarakat belum sempat merapat ke lapak karena sebagian baru saja memanfaatkan momen long weekend kemarin,” pungkasnya.
Sebagai informasi, mayoritas lapak hewan kurban di Pasar Hewan Kurban MERR Surabaya beroperasi 24 jam penuh hingga H-1 dan Hari H Idul Adha yang jatuh pada 27 Juni 2026. Harga hewan kurban dimulai dari Rp17 juta untuk sapi, Rp3 juta untuk kambing, dan Rp2 juta untuk domba. [rma/suf]






