Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur, resmi diakui oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) sebagai Kota Layak Anak tingkat dunia.
Pengakuan ini menempatkan Surabaya dalam jaringan global Child Friendly Cities Initiative (CFCI), yang beranggotakan berbagai kota di seluruh dunia yang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung hak-hak anak.
Keberhasilan Surabaya menjadi bagian dari CFCI tak lepas dari berbagai upaya pemerintah kota dalam menyediakan fasilitas, program, dan kebijakan yang dianggap ramah anak.
Meski mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak, beberapa warganet di media sosial menyoroti adanya persoalan yang masih perlu diperbaiki, terutama terkait perokok sembarangan di area publik.
Mereka menilai bahwa masih banyak perokok yang mengabaikan aturan merokok di tempat-tempat umum, bahkan di dekat fasilitas anak seperti taman dan sekolah.
Sejumlah pengguna media sosial berharap pemerintah kota tidak hanya fokus pada pencapaian penghargaan, tetapi juga menindak tegas para perokok yang melanggar aturan. Hal ini penting agar Surabaya benar-benar menjadi lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak.
“Belum layak, masih banyak masyarakat yang merokok sembarang. Di tempat wisata, di taman, di sekolahan. Jauh dibilang
layak untuk anak-anak😢,” ujar (et) lubis***.
Hal senada dikatakan oleh akun Instagram (et)masyr***.
“Masih banyak perokok motoran, taman-taman kota yang notabene
kawasan tanpa rokok, masih banyaaak
bapak-bapak ngerokok, daycare sedikit,
transportasi umum belum ramah anak. Apalagi ya, aduh pusing akuu,” ujarnya.
Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi contoh global dalam hal kota ramah anak, dan dengan penanganan yang lebih baik terhadap masalah seperti perokok sembarangan, kota ini diharapkan semakin layak untuk anak-anak. [fyi/aje]






