Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memeriahkan bulan Ramadan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menggelar “Unesa Ramadhan Carnival”, di Halaman Gedung Rektorat Unesa Lidah Wetan.
Acara yang digelar pada 22-28 Maret 2028 ini, sebagai wadah mahasiswa untuk menampilkan hasil karya dan kreativitasnya.
Selain itu, momentum ini juga dapat dijadikan sebagai tempat ngabuburit mahasiswa hingga masyarakat sekitar. Lantaran jam operasionalnya yang dimulai sore hari, pukul 15.00-22.00 WIB.
Adapun di acara inj ada beragam kegiatan menarik, mulai dari bazar kuliner, pameran, pertunjukan musik, seni tari, turnamen games, hingga lomba dakwah.
Adanya wahana khas pasar malam pun membuat Unesa Ramadhan Carnival semakin meriah. Pengunjung yang datang ke sini bisa menikmati beberapa wahana seperti bianglala, komidi putar, trampolin, dan lainnya.
“Unesa Ramadhan Carnival memang baru kali pertama diadakan, tetapi antusias masyarakat luar biasa. Bahkan, ini di luar ekspektasi kami. Pada hari biasa ada sekitar 3 ribu pengunjung dan saat weekend bisa mencapai 5 ribuan orang,” ujar Satrio Agung Pambudi, selaku Ketua UKM sekaligus Ketua Pelaksana.
Ia pun menjelaskan bahwa acara ini awalnya digelar untuk mewadahi kreativitas dari para mahasiswa di Unesa. Terlebih selama bulan Ramadan berlangsung. Namun, masyarakat umum juga dapat menikmati bazar hingga serangkaian acara yang ada.
“Pengunjung tidak hanya dari kampus Unesa, melainkan ada mahasiswa-mahasiswa dari kampus lain. Bahkan, kita sebelumnya juga mengundang masyarakat di seluruh kelurahan yang ada di Wiyung,” imbuh mahasiswa semester delapan tersebut.
Meski tak ada kendala dan acara cenderung berjalan dengan sangat lancar, tetapi Satrio menjelaskan bahwa ada pergantian jadwal. Jadwal pengajian akbar dan rekor Muri untuk tadarus terbanyak, akan dialihkan pada malam ganjil pada 10 hari terakhir di Ramadan.
“Sepertinya akan dijadwalkan pada malam ke-25 Ramadhan, bertepatan dengan malam Lailatul Qadr,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan harapannya agar acara ini dapat rutin dilakukan. Bahkan jika memungkinkan akan digelar setiap dua bulan sekali pada bulan-bulan ganjil. Dengan begitu acara ini bisa banyak diminati masyarakat dari berbagai elemen. (fyi/ian)






