Pacitan (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mengadakan pelatihan “Penyusunan E-LKPD Matematika SD Berbasis Etnomatematika dengan Konteks Anyaman Pacitan”.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2025 di MAN Pacitan, Jl. Gatot Subroto no. 100, dan diikuti oleh para guru sekolah dasar dari seluruh Kabupaten Pacitan.
Pelatihan ini merupakan upaya menjawab kebutuhan guru dalam mengembangkan bahan ajar matematika yang relevan, kontekstual, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pacitan yang dikenal dengan kerajinan anyamannya memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika, terutama pada konsep-konsep seperti pola, simetri, dan geometri.
Sayangnya, integrasi unsur budaya dalam pembelajaran masih menjadi tantangan. Keterbatasan pemahaman terhadap etnomatematika serta kurangnya keterampilan digital dalam pembuatan lembar kerja peserta didik elektronik (E-LKPD) menjadi kendala utama.
Dipandu oleh tim dosen PGSD Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari Neni Mariana, S.Pd., M.Sc., P.hD., Drs. H. Budiyono, S.Pd., M.Pd., Vivi Astuti Nurlaily, S.Pd., M.Pd., dan Ika Rahmawati, S.Si., M.Pd., pelatihan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Sesi kedua difokuskan pada pelatihan teknis serta pendampingan langsung bagi peserta.
“Metode pelatihan bersifat partisipatif dan berpusat pada peserta. Kami ingin guru tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga kreator aktif dalam merancang bahan ajar,” ujar Ketua Tim, Neni Mariana, S.Pd., M.Sc., P.hD.
Para peserta juga dikenalkan pada berbagai teknologi digital seperti penggunaan Canva, pembuatan flipbook interaktif, serta pemanfaatan barcode untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Di akhir kegiatan, peserta mengikuti pretest dan post test untuk mengukur pemahaman serta diberikan angket evaluasi guna menilai efektivitas pelatihan. Diharapkan pelatihan ini mampu meningkatkan literasi digital guru, sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan. [fiq/beq]






