Trenggalek (beritajatim.com) – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan desain pembelajaran berbasis etnopedagogi di Kabupaten Trenggalek pada Sabtu, 27 Juli 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru sekolah dasar dari berbagai kecamatan di Trenggalek dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal.
Etnopedagogi merupakan pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya sebatas transfer ilmu, namun juga membentuk karakter siswa yang berakar pada budaya bangsanya.
“Kami ingin guru mampu mengembangkan materi ajar yang relevan dengan budaya lokal Trenggalek, sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa,” ujar Ivo Yuliana, M.Pd., Ketua Tim Pelatihan.
Selama pelatihan, para peserta diajak menggali dan merefleksikan berbagai aspek budaya lokal Trenggalek. Mulai dari seni, tradisi, hingga bahasa daerah, semua diintegrasikan dalam perancangan modul pembelajaran. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan minat belajar siswa dan memperkuat identitas lokal mereka.
Salah satu peserta, Sutiyah, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya yakin siswa akan lebih tertarik dan antusias dalam belajar jika materi yang diajarkan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” ungkapnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen PGSD Unesa. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. [fiq/beq]






