Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar lelang amal dalam rangkaian doa bersama untuk membantu mahasiswa asal Sumatra yang terdampak bencana.
Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko mengatakan, lelang ini menghimpun sejumlah barang langka dari atlet nasional yang juga mahasiswa Unesa, serta para tokoh olahraga, sebagai bentuk kepedulian.
“Hari ini ada lelang raket milik Ratri saat juara Paralimpiade Tokyo dan Paris. Raket itu sangat langka, hanya ada empat di dunia. Satu dipegang Presiden Jokowi, satu sekarang ada di Unesa, dan dua lainnya akan dibawa Ratri untuk Olimpiade berikutnya karena raket itu sudah tidak diproduksi lagi,” ujar Dwi, Senin (8/12/2025).
Menurut dia, Ratri yang juga merupakan mahasiswa Unesa secara khusus menyumbangkan raket tersebut untuk membantu mahasiswa terdampak di Sumatra.
Selain itu, terdapat pula jersey tim nasional bertanda tangan Shin Tae-yong yang diperoleh Unesa dari PSSI. “Kita tidak ingin kaos ini hanya jadi pajangan. Akhirnya kami ikutkan dalam lelang amal agar bisa lebih bermanfaat,” katanya.
Selain itu, turut dilelang jersey Marselino Ferdinan yang dikenakan saat kualifikasi Piala Dunia, jersey Rachmat Irianto saat menjuarai Liga 1 bersama Persib Bandung, serta sepatu milik Rektor Unesa, Nurhasan, yang digunakan saat menjuarai berbagai kejuaraan olahraga.
Dwi menyebutkan, dari total 458 mahasiswa Unesa asal Sumatra, sebanyak 63 mahasiswa terdampak langsung bencana. Unesa telah berkomitmen memberikan beasiswa penuh hingga lulus kepada seluruh mahasiswa tersebut.
“Beasiswanya sampai lulus semester delapan. Selain itu juga ada bantuan living cost karena sebagian rumah mahasiswa sudah tidak ada, bahkan ada orang tua yang juga terdampak,” ujarnya.
Tak hanya mahasiswa, satu dosen Unesa asal Tapanuli juga dilaporkan terdampak langsung. Karena itu, Dwi mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam lelang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. “Siapa pun yang ada di Sumatra dan terdampak, kami ingin ikut meringankan bebannya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis Kampus Unesa, Mutimmatul Faidah menyebut penanganan tidak hanya difokuskan pada bantuan ekonomi, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis mahasiswa.
“Dari 63 mahasiswa yang terdampak langsung, setelah acara ini kami langsung melakukan trauma healing dan pendampingan psikologi secara berkelompok. Mereka banyak yang masih belum terhubung dengan keluarga, sehingga secara mental cukup rapuh,” ujarnya.
Unesa menerjunkan tim psikologi dan Satuan Mitigasi Crisis Center (SMCC) untuk memberikan penguatan psikoedukasi, psikososial, konseling, serta penguatan spiritual sesuai kebutuhan mahasiswa terdampak. Seluruh hasil lelang amal ini akan disalurkan untuk membantu mahasiswa dan dosen Unesa asal Sumatra yang terdampak bencana. [ipl/kun]






