Malang (beritajatim.com) – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih predikat ‘Melampaui Standar’ dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024. Pengakuan prestisius ini tidak lepas dari inovasi teknologi yang diterapkan FKIP UMM.
Menurut Dekan FKIP UMM, Trisakti Handayani, M.M., keberhasilan tersebut lahir dari sinergi erat antara dosen, guru pamong, tenaga kependidikan, dan admin IT. Pengakuan ini disematkan oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam sebuah acara bergengsi di Denpasar, Bali, 17 Desember 2024.
“Kolaborasi menjadi kekuatan utama kami. Proses pembelajaran PPG di UMM didesain untuk melampaui transfer ilmu biasa, dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi yang maksimal,” ungkapnya, Kamis (19/12/2024).
FKIP UMM juga menciptakan gebrakan baru dengan menyusun mata kuliah Manajemen Media Pembelajaran Berbasis TIK. Hal itu untuk mempersiapkan mahasiswa menciptakan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga eksplorasi Metaverse.
Untuk mendukung kurikulum berbasis teknologi, FKIP UMM menghadirkan ruang multimedia canggih. Ruang ini dilengkapi dengan Smart TV, perangkat podcast, dan alat digital terkini untuk menunjang kreativitas mahasiswa.
“Di ruang ini, mahasiswa belajar membuat konten edukatif seperti TikTok, podcast, hingga media pembelajaran digital lainnya. Ini langkah kami memastikan lulusan FKIP UMM siap menghadapi dunia pendidikan modern,” ujar Trisakti.
FKIP UMM juga memberikan pengalaman global kepada mahasiswa. Pada Februari 2025, lima mahasiswa akan mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah internasional Thailand.
“Pengalaman global ini sangat penting agar mahasiswa memahami tantangan pendidikan internasional dan memperluas perspektif mereka,” tambahnya.
Trisakti menegaskan, lulusan FKIP UMM harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi persaingan global. “Jangan sampai kita hanya jadi penonton di dunia pendidikan internasional. Dengan teknologi dan wawasan global, kita bisa jadi pemain utama,” tutupnya. [kun]






