Malang (beritajatim.com) – Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM mengembangkan aplikasi belajar mengaji berbasis Artificial Intelligence (AI). Pengembangan tersebut menggandeng perusahaan Informasi Teknologi (IT) asal Belanda, NOVO.
Aminudin, S. Kom., M.Cs. selaku ketua tim pengembangan memaparkan, perkembangan sistem kecerdasan buatan atau AI saat ini makin canggih dan berkembang pesat. “Pengembangan ini sebagai langkah program studi (Prodi) informatika UMM dengan perkembangan teknologi mutakhir itu,” katanya, Selasa (4/4/2023).
Aplikasi bernama Ngaji.AI sudah dibuat dan sudah dirilis di Google Playstore oleh cabang NOVO Indonesia Belajar. Namun, ketepatan bacaan Alquran saat ini masih sangat terbatas. Dari keterbatasan itu, NOVO bersama Kampus Putih UMM sebagai mitra akan mengembangkan aplikasi agar lebih baik.
Pihaknya saat ini sedang mengumpulkan berbagai dataset. Tidak menutup kemungkinan dalam tahap pengembangan akan banyak banyak improvisasi hingga tingkat tahsin dan tahfidznya.
“Bisa dikatakan aplikasi Ngaji.AI masih tahap pembelajaran dasar Alquran. Aplikasi ini dikembangkan memakai teknik Automatic Speech Recognition (ASR). Teknologi itu memungkinkan perangkat agar kenal dan paham kata yang diucapkan melalui digitalisasi kata dan mencocokkan sinyal digital dengan pola tertentu yang ada di perangkat,” ujar dosen informatika UMM tersebut.
Lebih lanjut, proses pengumpulan dataset diperoleh dari rekaman guru mengaji yang butuh waktu cukup lama. Hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengembangan aplikasi. Selain itu, jumlah metode pembelajaran membaca Al Quran yang ada pun terbilang cukup.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/punya-5-ribu-subscriber-youtuber-bisa-dapat-beasiswa-di-umm/
“Aplikasi Ngaji.AI dikembangkan agar adaptif pada segala usia. Kami melakukan rekaman dengan bacaan dari anak-anak. Tujuan utama aplikasi ini dihadirkan agar membantu orang-orang yang merasa telat belajar Alquran dan hendak belajar mandiri,” sambung Aminudin.
Pria yang saat ini menjabat Kepala Divisi Sistem Informasi Biro Infokom UMM itu menyampaikan, survey yang timnya daa NOVO kerjalan, lebih dari 90% populasi muslim di Indonesia punya inisiatif belajar mengaji. Keberadaan aplikasi ini diharapkan mampu mendeteksi cara membaca Alquran dari berbagai logat dengan kemampuan AI yang ada.
“Biar memperoleh aplikasi yang sesuai standar, kami berkolaborasi dengan beberapa dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Kami harap aplikasi ini nantinya bermanfaat untuk orang tua yang hendak mengajarkan Alquran pada anaknya. Pun untuk mereka yang akan mendalami dan belajar membaca Alquran mandiri,” pungkasnya. [dan/but]






