Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi perhelatan akbar Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 jenjang pendidikan menengah. Ajang yang digagas Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kemendikdasmen ini tidak hanya menandai sebuah sejarah baru dalam penyelenggaraannya.
Untuk pertama kalinya, OSN digelar sepenuhnya di sebuah universitas. UMM didapuk menjadi tuan rumah untuk sembilan bidang sains sekaligus. Selama sepekan, ratusan pelajar terbaik dari seluruh penjuru Indonesia tidak hanya diuji kemampuan teoretisnya, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis melalui ujian praktik, analisis data, hingga studi lapangan.
“Ini adalah pembeda utama OSN tahun ini. Jika sebelumnya universitas mungkin hanya menangani satu atau dua bidang lomba, kali ini UMM mengelola sembilan bidang sekaligus secara terpusat,” ungkap Ketua Pelaksana OSN di UMM, Ir. Henik Sukorini, M.P., Ph.D. IPM, Rabu (8/10/2025).
Format kompetisi OSN 2025 dirancang untuk menguji kemampuan aplikasi ilmu pengetahuan. Para finalis dari sembilan bidang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, dan Informatika dihadapkan pada tantangan yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, peserta bidang Kimia memanfaatkan laboratorium modern milik Fakultas Kedokteran di GKB V UMM untuk uji praktik. Sementara itu, peserta Fisika menghadapi tantangan analisis data pada hari pertama dan ujian teori pada hari kedua di GKB IV.
Tantangan unik juga disajikan di luar ruangan. Peserta Astronomi harus melakukan observasi menggunakan teleskop di lapangan terbuka, sedangkan bidang Geografi diwajibkan melakukan tes lapangan di beberapa lokasi yang telah disurvei langsung oleh tim juri.

“Setiap lokasi dan metode lomba ditentukan oleh karakter bidang masing-masing. Tim juri bahkan melakukan survei dua hingga tiga hari sebelumnya untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan kebutuhan soal,” jelas Henik.
Tidak kalah menantang, peserta Informatika harus beradu cepat dalam menulis kode program selama lima jam penuh. Untuk menjaga konsentrasi mereka, panitia bahkan menutup beberapa jalur kendaraan di sekitar lokasi ujian demi meredam gangguan suara.
Meskipun memiliki kompleksitas yang tinggi dengan sembilan bidang yang berjalan serentak, pelaksanaan OSN 2025 di UMM dilaporkan berjalan lancar dan kondusif. Koordinasi yang telah disiapkan selama berbulan-bulan terbukti efektif dalam memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si., menyatakan bahwa OSN bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah proses untuk melahirkan generasi muda Indonesia yang unggul dalam sains, berintegritas, dan berjiwa nasionalis. “Di sini, perjuangan, talenta, dan bakat mereka diuji untuk menemukan yang terbaik,” ujar Maria.
Ia menambahkan bahwa para juara dari setiap bidang akan mendapatkan kesempatan emas untuk mewakili Indonesia di ajang olimpiade sains internasional, sebuah agenda rutin yang setiap tahun difasilitasi oleh Puspresnas Kemendikdasmen.
“Dengan format baru yang lebih aplikatif dan menantang, OSN 2025 diharapkan mampu mencetak talenta-talenta yang siap bersaing di panggung global,” ujar Maria menutup. (dan/kun)






