Kediri (beritajatim.com) – Momen arus mudik dan balik Lebaran 2026 membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri. Salah satunya usaha Getuk Pisang Kak Leman milik Muhammad Sulaiman yang mencatat lonjakan penjualan hingga 300 – 500 persen dibanding hari biasa.
Pelaku usaha asal Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem ini menyebut peningkatan tersebut jauh melampaui rata-rata kenaikan tahunan saat Lebaran.
“Untuk penjualan di hari momen lebaran ini menaik drastis enggak 100 persen bahkan 200 persen. Kalau saya bisa mengatakan hampir 300-500 persen kenaikannya penjualannya di momen lebaran ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi usahanya di Kabupaten Kediri.
Sulaiman mengisahkan, usahanya bermula dari berjualan pisang goreng keju pada 2015 dengan merek Kak Leman. Dari pengalaman tersebut, ia mulai mempelajari pasar oleh-oleh khas Kediri hingga akhirnya beralih memproduksi getuk pisang pada 2017.
“Awal-awalnya tahun 2015 itu saya jualan pisang goreng, namanya Pisang Goreng Keju pakai tepung panir saya namai Kak Leman,” kenangnya.
Ia mengembangkan produk getuk pisang setelah belajar dari rekan serta pengalaman bekerja di toko oleh-oleh di Kediri.
“Saya belajar-belajar itu, ada ide untuk pembuatan getuk pisang yang salah satu ciri khas dari jajanan oleh-oleh di Kota Kediri. Saya belajar dari teman. Waktu itu saya juga lagi belajar di toko oleh-oleh di Kediri dan latihan-latihan,” lanjutnya.
Setelah melalui berbagai proses trial dan error, usahanya mulai stabil dan bertahan hingga kini.
“Waktu itu dari tahun-tahun awalnya belajarnya berhasil, tidak berhasil. Akhirnya saya bertahan sama sekarang 2026 ini. Alhamdulillah ya berjalan sampai baik ini,” ungkapnya.
Lonjakan permintaan saat Lebaran juga berdampak pada peningkatan produksi. Dari yang biasanya 1.000 – 1.500 buah per hari, kini mencapai hingga 3.000 buah per hari.
Tingginya permintaan didorong oleh banyaknya pemudik yang mencari oleh-oleh khas Kediri untuk dibawa ke berbagai daerah, bahkan hingga luar pulau.
Namun, peningkatan penjualan tersebut juga diiringi kenaikan harga bahan baku, mulai dari pisang, gula, daun pembungkus, hingga tali rafia.
“Dari bahan-bahannya kalau momen lebaran naik dari daun, pisang, bahkan dari tali rafia yang untuk menali itu, itu saja sudah naik. Dari gula juga naik banyak,” jelasnya.
Kenaikan biaya produksi membuat harga jual getuk pisang ikut naik dari sekitar Rp1.400 menjadi Rp1.600 hingga Rp2.200 per buah selama Lebaran.
Dalam hal distribusi, produk Getuk Pisang Kak Leman dipasarkan melalui sejumlah pusat oleh-oleh di Kediri, termasuk GTT Pusat Oleh-oleh Kediri, serta toko oleh-oleh di wilayah Plosoklaten dan Wates.
Selain itu, pemasaran juga dilakukan secara online melalui mitra yang mengambil produk langsung dari lokasi produksi.
Dengan konsistensi dan inovasi yang terus dijaga, usaha ini diharapkan mampu memperkuat posisi getuk pisang sebagai salah satu ikon oleh-oleh khas Kediri yang semakin dikenal luas di tingkat nasional. [nm/ian]






