Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya melepas lima tim mahasiswa untuk mengikuti ajang KMI Expo XV di Universitas Halu Oleo Kendari dan Pimnas ke-37 di Universitas Airlangga.
Rektor UM Surabaya Sukadiono mengucapkan selamat kepada perwakilan mahasiswa UM Surabaya yang berhasil lolos ke ajang bergengsi di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan beberapa harapan penting.
“Untuk tim yang telah mencapai tahap ini, saya berharap kalian dapat tampil dengan performa terbaik. Hasil yang diperoleh nantinya akan mencerminkan usaha yang telah dilakukan,” katanya saat acara pelepasan pada Kamis (10/10/2024).
Sukadiono juga menekankan pentingnya menjaga nama baik UM Surabaya, terutama bagi peserta yang berkompetisi di luar kota, seperti di KMI Expo. Ia mengingatkan untuk selalu menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar kampus.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Alumni dan Inovasi (BAKAI) UM Surabaya Khoirul Anam menjelaskan, kompetisi ini bertujuan untuk mengasah keterampilan kewirausahaan dan akademik mahasiswa.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa inovasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berhasil lolos Pimnas mencakup aplikasi pembelajaran matematika untuk siswa tunagrahita.
Sedangkan dalam KMI Expo, ada lima produk yang akan dipresentasikan, antara lain Si Morgan (mainan edukatif), MKids (brosur les privat), Kripbogskuy (keripik dari gedebog pisang), Limcakra (pasta gigi), dan Silbaba (sling bag kreatif).
“Proses menuju kompetisi ini cukup panjang dan melibatkan berbagai tahapan. Dengan pendampingan dari dosen pembimbing, kami berharap delegasi UM Surabaya bisa meraih hasil terbaik di KMI dan Pimnas,” harapnya.
Ketua Tim Genetika yang lolos Pimnas ke-37 Arma Hadi Wibowo menyebut inovasi yang mereka kembangkan siap dipresentasikan kepada mahasiswa di seluruh Indonesia serta dewan juri. Ia berharap UM Surabaya dapat meraih prestasi terbaik dan membawa pulang medali.
Di sisi lain, Defia Oktaviana Nengtias, anggota tim Si Morgan, menjelaskan bahwa produk mereka adalah edukasi multikultural berbasis akulturasi digital yang ditujukan untuk anak usia dini. Produk ini diharapkan dapat mengenalkan anak-anak pada keragaman budaya Indonesia dan mendorong pelestariannya.
Sedangkan Ketua Tim Lem Cakra Octavia Ferryanti menjelaskan bahwa produk inovasinya adalah pasta gigi yang menggunakan limbah cangkang kerang dara.
Proses pembuatan meliputi sortasi cangkang, ekstraksi kalsium karbonat, formulasi pasta gigi, dan pengemasan. Lem Cakra telah mendapatkan legalitas seperti NIB, HKI, NPWP, serta proses sertifikasi halal. [ipl/kun]






