Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) menegaskan komitmennya dalam keterbukaan informasi publik sekaligus kepedulian sosial terhadap mahasiswa melalui agenda Dialog dan Buka Bersama Pimpinan UM dengan Media Partner yang digelar di Aula Graha Rektorat Lantai 9, Rabu (11/3/2026).
Dalam forum tersebut, pimpinan universitas menekankan pentingnya kolaborasi dengan media massa untuk menyebarluaskan berbagai capaian akademik kampus kepada masyarakat. Selain itu, UM juga memaparkan program bantuan nyata bagi mahasiswa berupa beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al-Hikmah UM.
Rektor UM Prof. Dr. Hariyono mengatakan media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat luas. Menurutnya, berbagai inovasi, riset, dan capaian yang dihasilkan perguruan tinggi perlu diketahui publik secara luas melalui pemberitaan yang edukatif dan kredibel.
“Perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik internal. Berbagai inovasi, riset, dan capaian kampus perlu diketahui masyarakat. Di sinilah media berperan penting sebagai penghubung,” ujar Prof. Hariyono di hadapan awak media.
Senada dengan itu, Wakil Rektor IV UM Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih menjelaskan bahwa Universitas Negeri Malang saat ini tengah melakukan transformasi komunikasi publik di era digital. Salah satunya melalui pembaruan website resmi universitas agar lebih responsif, inovatif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Pembaruan tersebut juga menghadirkan ruang opini akademik yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika untuk menyampaikan gagasan dan pandangan ilmiah kepada publik.
Di sela kegiatan dialog tersebut, Prof. Munjin juga memaparkan peran konkret UPZ Masjid Al-Hikmah UM dalam membantu mahasiswa yang mengalami kendala finansial, khususnya dalam pembayaran UKT.
Menurutnya, pada tahun ini UPZ berhasil menghimpun dana zakat sekitar Rp800 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp400 juta dialokasikan khusus untuk program bantuan UKT bagi mahasiswa.
“Sekitar Rp400 juta kami alokasikan khusus untuk beasiswa UKT. Tahun ini, ada 140 mahasiswa yang menerima bantuan dengan nominal maksimal Rp3 juta per orang,” jelas Prof. Munjin.
Program bantuan tersebut menyasar mahasiswa program sarjana (S-1) yang membutuhkan, terutama menjelang masa daftar ulang semester baru.
Selain bantuan UKT, UPZ Masjid Al-Hikmah UM juga menyalurkan Beasiswa Tahfidz sebagai bentuk apresiasi bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an yang menempuh pendidikan di kampus tersebut.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi dan memberi manfaat bagi masyarakat nantinya,” katanya. [dan/beq]






