Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan lima guru besar (gubes) baru dari berbagai bidang. Prosesi pengukuhan berlangsung di aula GKB lantai 9 UM, pada Kamis (16/11/2023) siang. Salah satu gubes yang dikukuhkan Prof. Dr. Ir. Henri Siswanto, M.T., bidang pemeliharaan jalan raya.
Prof Henri menyampaikan pidato berjudul ‘Pemeliharaan Jalan Sebagai Langkah Strategi Menuju Pengelolaan Jalan Berkelanjutan,’. Dalam pidatonya gubes Fakultas Teknik ini menyampaikan, pemeliharaan jalan merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kondisi jalan mantap, baik jalan nasional maupun jalan daerah.
“Pemeliharaan jalan berkelanjutan harusbmenjadi arah kebijakan karena dalam proses pemeliharaan memerlukan sumberdaya yang tidak terbarukan sehingga aspek ekonomi, sosial dan lingkungan perlu diperhatikan dari seluruhbtahapannya,” ujarnya saat jumpa media, Rabu (14/11/2023).
Variabel mempengaruhi kondisi jalan mantap, antara lain, birokrasi, kondisi eksisting jalan, sumber daya manusia, dana penanganan jalan dan pelaksanaan penanganan jalan.. Empat variabel lainnya, adalah birokrasi, sumber daya manusia, dana penanganan jalan dan kondisi eksisting jalan berpengaruh kepada kinerja jalan secara tidak langsung.
“Ada empat pendekatan perspektif yang harus diambil yaitu; perspektif stakeholder, perspektif bisnis internal, perspektif keuangan, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Kondisi jalan mantap adalah arah akhir dari peta strategi dan perlu didukung oleh langkah penyiapan sumber daya manusia, dana penanganan dan manajemen pelaksanaan penanganan jalan,” tutur Prof. Henri.
Menurut dosen yang minat penelitian pada transportasi ini, implikasinya dalam mencapai kepuasan pengguna jalan berupa kondisi jalanbmantap diperlukan langkah penyiapan sumber daya manusia yang handal. Optimasi saranabmenempatkan prioritas pertama disusul pelaksanaan diklat terkait pelaksanaan penanganan jalan.
“Kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan merupakan yang penting untuk diperhatikanbdan pelatihan yang dilaksanakan harus mengacu pada bidang pelaksanaan pekerjaan. Pendidikanbdan pelatihan terhadap sumberdaya manusia dinilai strategis karena dengan sumberdaya yangbandal akan dapat melaksanakan penanganan jalan dengan efektif dan efisien,” jelasnya.
Selain Prof Henri, ada 4 guru besar lain yang dikukuhkan. Pertama, Prof. Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M sebagai gubes bidang akuntansi sektor publik. Ia menyampaikan pidato berjudul ‘Peran Ideologi Akuntansi: Pemenangan Kontestasi Diskursus Divestasi Freeport untuk Kedaulatan Bangsa’. Kedua, Prof. M. Misbahul Amri dikukuhkan sebagai guru besar bidang sastra klasik, teori sastra, dan pembelajaran. Prof Amri menyampaikan pidato berjudul ‘Sastra dan Saya: Ungkapan Langkah Reflektif Kritis’.
BACA JUGA:
Ketua PP Muhammadiyah Ingatkan Jokowi tentang Rasa Malu
Ketiga, Prof. Dr. Asep Sunandar, S.Pd. M.AP., dikukuhkan sebagai gubes bidang manajemen satuan pendidikan. Pidatonya berjudul ‘Perubahan dan Reformasi Birokrasi Manajemen Satuan Pendidikan Tinggi: Studi di Kampus PTN-BH’. Keempat, Prof. Dr. Subanji, S.Pd., M.Si., gubes bidang penalaran matematis. Ia menyampaikan tentang ‘Teori Penalaran Matematis, Model Kreatif, dan Penerapannya dalam Pembelajaran Matematika’. [dan/but]






