Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) terus menunjukkan komitmennya menjadi kampus bereputasi internasional. Pada tahun 2024, sebanyak enam program studi (prodi) telah resmi membuka kelas internasional, dan tahun ini jumlahnya akan bertambah dua kali lipat menjadi 12 prodi.
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menjelaskan bahwa program kelas internasional ini terbagi ke dalam empat skema, yaitu Double Degree, Joint Degree, International Exposure, dan Short Course. Setiap skema dirancang untuk memberikan pengalaman akademik berstandar global bagi mahasiswa.
Double Degree, kata Prof Ibrahim, Skema ini merupakan jenjang tertinggi dalam program kelas internasional UM. Mahasiswa akan menempuh studi selama dua tahun di UM dan dua tahun di universitas mitra luar negeri, dan berhak mendapatkan dua ijazah.
“Contohnya adalah Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, yang bermitra dengan Guangxi Normal University, Tiongkok. Mahasiswa akan memperoleh ijazah dari UM dan ijazah Mandarin untuk Bisnis dari Guangxi Normal University,” ujarnya kepada awak media, Jumat (2/5/2025)..
Program kedua, Joint Degree..Dalam skema ini, mahasiswa hanya mendapatkan satu ijazah, tetapi ditandatangani oleh dua pimpinan perguruan tinggi: Rektor UM dan Presiden kampus mitra luar negeri. Kurikulum dibagi antara UM dan mitra, dengan dominasi studi tetap di UM.
Ada juga, International Exposure. Mahasiswa tetap menempuh kuliah sepenuhnya di UM, namun diwajibkan mengikuti kegiatan berstandar internasional. Mulai dari seminar, pertukaran kredit satu semester, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga praktik mengajar di luar negeri. Pengantar kuliah dan skripsi juga menggunakan bahasa Inggris.
“Skema ini digunakan oleh beberapa prodi yang telah membuka kelas internasional seperti Psikologi, Bioteknologi, Teknik Industri, dan Teknik Informatika,” jelasnya.
Di sisi lain, UM juga memiliki program Short Course (Kursus Pendek). Program ini menyediakan pelatihan dan workshop internasional berskala pendek, seperti program UMICAM, yang juga termasuk dalam program internasional UM.
Prof Ibrahim menambahkan bahwa terdapat 12 program studi yang membuka kelas internasional di UM:
- S1 Pendidikan Teknologi Pendidikan (IE)
- S1 Pendidikan Luar Biasa (IE)
- S1 Psikologi (JD)
- S1 Manajemen (IE)
- S1 Bioteknologi (IE)
- S1 Pendidikan Sejarah (E)
- S1 Pendidikan Geografi (IE)
- S1 Pendidikan Bahasa Mandarin (DD)
- S1 Teknik Industri (IE)
- S1 Teknik Informatika (IE)
- D3 Desain Busana (IE)
- S1 Kesehatan Masyarakat (IE)
Keterangan:
IE = International Exposure
JD = Joint Degree
DD = Double Degree
E = English-taught program
Kepala Subdirektorat Seleksi UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., mengungkapkan bahwa proses pendaftaran untuk International Undergraduate Program (IUP) UM tahun 2025 dibuka dalam dua gelombang. :
“Batch 1, Pendaftaran pada 14 Februari – 5 Mei 2025. Wawancara mulai 6 sampai 9 Mei 2025, diumumkan 14 Mei 2025. Sementara itu, Batch 2, pendaftaran pada 15 Mei sampai 31 Juli 2025, Wawancara 1 sampai 5 Agustus 2025, diumumkan 7 Agustus 2025,” ujar Rizky.
Informasi lengkap seputar persyaratan, proses seleksi, dan detail program bisa diakses di laman resmi: https://seleksi.um.ac.id. WhatsApp PIC IUP: 0821-3262-3600
Dengan ekspansi program internasional ini, UM berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia yang siap bersaing di kancah global, sekaligus menjaring minat mahasiswa asing untuk belajar di kampus yang terkenal terdepan dalam bidang pendidikan ini. (dan/ian)






