Malang (beritajatim.com) – Tim pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program diseminasi dan adopsi teknologi dengan fokus pada penggunaan mesin roasting kopi terbaru. Program ini berlangsung dari Juni hingga Agustus 2024 dan melibatkan 17 peserta dari kalangan pelaku UMKM setempat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gedangan melalui peningkatan produktivitas UMKM kopi. Tim pengabdian UM, yang terdiri dari Dr. Widiyanti, M.Pd., Prof. Dr. Eddy Sutadji, M.Pd., Andika Bagus N.R.P., S.Pd, M.Pd., dan Dr. Muhammad Alfan, S.Pd, M.Pd., memberikan pelatihan kepada peserta tentang cara mengoperasikan mesin roasting kopi multifungsi dengan teknologi pengatur reduksi suara.
Mesin ini memiliki fitur pengatur suhu otomatis dan sistem reduksi suara yang memastikan operasi mesin berjalan dengan efisien dan tenang. Peserta diajarkan cara memilih biji kopi, proses roasting, hingga grinding.
“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat terbantu dengan pelatihan ini. Mereka mampu mengoperasikan mesin dengan baik dan menunjukkan peningkatan dalam produksi kopi mereka,” ungkap Andika Bagus, salah satu anggota tim pengabdian.
Selain peningkatan kapasitas produksi, penggunaan mesin ini juga membawa dampak positif terhadap kualitas produk. Kopi yang dihasilkan lebih konsisten dan memiliki cita rasa yang lebih baik.
“Mesin yang ditawarkan sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk kopi kami,” ungkap Imam Rofi’i, pemilik UMKM Sam Kidul.id.

Tim pengabdian UM juga melibatkan mahasiswa dan alumni UM dalam program ini. Mereka membantu dalam pendampingan dan penyusunan materi pelatihan.
“Keterlibatan mereka memberi pengalaman berharga dalam pengabdian masyarakat dan penerapan ilmu pengetahuan di lapangan,” jelas Andika Bagus.
Tim pengabdian UM merencanakan ekspansi program ini ke desa-desa lain di sekitar Malang.
“Pengembangan program ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Malang,” tutup dosen UM tersebut. [dan/beq]






