Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki abad 21, Petra Digital Institute Universitas Kristen (UK) Petra, membuat inovasi dengan menciptakan Petraverse untuk memaksimalkan proses belajar mahasiswa agar lebih menyenangkan.
Bersamaan dengan peresmian Petraverse tersebut, UK Petra turut menghadirkan pula Virtual Reality Laboratorium yang terdapat di Gedung W lantai 3, kampus UK Petra, Surabaya, Kamis (28/7/2022).
“Petraverse adalah wujud keseriusan UK Petra untuk terus berinovasi menyiapkan metode pendidikan baru yang berkelindan dengan teknologi sehingga semakin banyak sumber daya manusia Indonesia yang menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ungkap Dr Felix Pasila, Ketua Tim Petra Digital Institute UK Petra.
Dalam modul Petraverse ini tersedia sistem pembelajaran asinkronus digital dengan empat konsep, seperti Virtual Novel, Komik Interaktif, Role-Playing Game, dan Virtual Reality.
Adapun Program Learning Management System (LSM) tersebut menerapkan metode gamification yang unik dan interaktif. Terlebih karena menggunakan teknologi imersif, mulai dari Faction, Leaderboard, hingga Skill card.
Setidaknya ada sembilan tema dengan kepribadian berbeda yang disajikan pada Petraverse ini, di antaranya The Sage, The Scholar, The Ambassador, The Director, The Warrior, The Strategist, The Healer, The Counsellor, dan The Stewerd.
Sistem belajar berbasis digital yang bekerja sama dengan beberapa Startup Teknologi Indonesia ini, diharapkan kedepannya dapat diakses oleh lebih banyak mahasiswa.
“Karena ada 10 mata kuliah yang baru menerapkan ini. Seperti mata kuliah Pancasila, Kalkulus, Bahasa Inggris, Manajemen, hingga Virtual Reality Technology. Bahkan, jika nanti memungkinkan bisa juga bekerja sama denga perguruan tinggi lainnya,” terang Felix.

Setelah menjajal menggunakan Petraverse, Stella R. Gomaz dari Business Management Program pun turut memberikan tanggapannya.
“Dengan adanya petraverse ini, proses belajar mahasiswa bisa menyenangkan karena ada alur cerita di dalamnya. Selain itu, penjelasan yang diberikan juga cukup detail, sehingga membuat materi jadi lebih mudah dipahami,” ungkapnya. (fyi/ted)
Salah satu mahasiswa mencoba belajar dengan menggunakan Petraverse di Virtual Reality Laboratory, UK Petra Surabaya, Kamis (28/7).






