Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menambah tiga guru besar besar. Dua diantaranya dari bidang bahasa, yaitu bahasa Inggris, satu yang lain bidang manajemen pendidikan. Saat ini, UIN Malang total memiliki 64 guru besar.
Ketiga gubes yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Mereka adalah Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed ,bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris, Prof. Dr. Mohammad Samsul Ulum, MA., bidang Ilmu Bahasa Arab, dan Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd., bidang ilmu manajemen pendidikan.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A menjelaskan, UIN Malang terus memperbaiki kualitas pendidikan, salah satunya dengan penambahan guru besar. Bertambahnya gubes ini juga menambah grade dan reputasi lembaga.
“Selain itu, saya berpesan agar sebagai seorang Guru Besar terus menjaga kualitas dan komitmen sebagai akademisi yang memiliki jabatan puncak fungsional di Perguruan Tinggi. Meski Guru Besar ini jabatan puncak, tuntutan untuk tetap berkarya dan meneliti tidak boleh berhenti,” ujarnya saat prosesi pengukuhan yang berlangsung di aula rektorat lantai 5, Rabu 11 Oktober 2023.
Menurut Rektor, tugas pokok dan fungsi sebagai dosen terus melekat, sepanjang masih berstatus sebagai dosen, yaitu tri dharma PT mengajar, meneliti, dan mengabdi. “Jangan pernah berhenti untuk membaca, meneliti dan menulis don’t stop writing, researching and reading,” tegasnya.
Ditambahkan oleh ketua Senat UIN Malang, Prof. Ahmad Muhtadi Ridwan, M.Pd., rangkaian pengukuhan gubes menjadi kado HUT UIN ke-62 yang luar biasa. Lahir dan dikukuhkan 5 GB pada bulan Oktober ini.

“Jadi kado GB ini sebenarnya tidak hanya 5 tetapi 48 GB, karena jumlah GB aktif sekarang berjumlah 48. Semoga dengan bertambahnya tiga guru besar dapat menjadikan UIN memperkokoh diri sebagai kampus yang unggul dan bereputasi internasional,” harapnya.
Prof. Like menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul ‘UIN Maliki Menuju World Class University: Sebuah Rancangan Atau Hanya Angan-Angan?.’. Ia dikukuhkan sebagai GB ke-62 di UIN Malang dan ke-22 FITK.
Dalam penelitiannya, Prof. Like memberikan penjelasan bahwa untuk mewujudkan World Class University, kerjasama dan persaingan dengan dunia Internasional menjadi tak terelakkan. Oleh sebab itu, peran bahasa asing, dalam hal ini Bahasa Inggris menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk mewujudkan World Class University.
Prof. Samsul Ulum dikukuhkan dengan pidato berjudul ‘Reorentasi Pembelajaran Bahasa Arab melalui Kosa Kata Dasar di Madrasah Ibtidaiyah,”. Ia dikukuhkan sebagai gubes ke-63 UIN Malang dan ke-23 di FITK.
Prof. Samsul Ulum menunjukkan, bahwa arah pengembangan pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan kosakata al Qur’an dengan teknis tertentu dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap kosakata secara signifikan. Cara ini juga dapat menumbuhkan motivasi yang tinggi untuk belajar bahasa Arab.
BACA JUGA:
Guru Besar UIN Malang Bahas Peran Statistika untuk Mitigasi Bencana
Adapun Prof. Sugeng menjelaskan soal ‘Kualitas Produk atau Keberlanjutan (Sustainable); Mengidentifikasi Kemampuan Sistem Manajemen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam Menjaga Keberlanjutan,’. Ia dikukuhkan sebagai gubes ke GB ke-64 di UIN Malang dan ke-24 di FITK.
Menurutnya, PTKI memiliki kemungkinan untuk tidak bertahan hidup. Jika tidak mampu mempertahankan diri dari kondisi eksternal yang berubah cepat dan kompetisi yang seringkali tidak diketahui lawannya, maka PTKI tidak bisa bertahan hidup. [dan/but]






