Malang (beritajatim.com) – Kementerian Pendidikan Kerajaan Saudi Arabia (KSA) berkunjung ke Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Kedatangan tersebut bukan hanya silaturahmi saja, namun juga dalam rangka sinergi pada berbagai bidang. Meliputi bidang akademik, penelitian, pengembangan sains dan teknologi, beasiswa, hingga program pertukaran dosen maupun mahasiswa.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Zainuddin MA, bersama dengan jajaran Wakil Rektor dan civitas UIN Maliki Malang lain, menyambut langsung kehadiran para tamu internasional tersebut. Menurut Rektor, UIN Malang menjadi perguruan tinggi yang direkomendasikan untuk dapat bekerjasama dengan Kementerian pendidikan KSA.
“Kami berharap, sinergitas ini dapat berjalan baik, dan terus terjalin. Sehingga bisa memberi manfaat untuk kedua belah pihak, baik dari UIN Maliki Malang maupun perkembangan pendidikan KSA,” kata Rektor UIN.
Prof Zain, sapaanya, juga menyampaikan jika UIN Malang ini adalah kampus yang memadukan dunia pesantren dan perguruan tinggi. Tiap-tiap mahasiswa wajib bertempat di Ma’had agar mendapat pendalaman ilmu agama dan membangun karakter baik untuk menjadi lulusan yang religius dan berintelektual.
“Banyak mahasiswa UIN Maliki Malang yang menjadi penghafal Al-Qur’an. Mereka antusias mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan, tak sedikit mahasiswa yang antusias ikut program hafalan Al-Qur’an di bawah lembaga Haiah Tahfidzul Qur’an (HTQ),” sambungnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”UIN-Maliki-Malang”]
Menurutnya, Kampus Ulul Albab UIN Malang tercatat sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang memiliki mahasiswa asing terbanyak. Hal ini, membuat UIN Malang pernah meraih penghargaan dari Kementerian Agama.
“Mahasiswa UIN Maliki Malang berasal dari berbagai belahan dunia. UIN Malang sudah dikukuhkan Kementerian Agama sebagai perguruan tinggi yang punya mahasiswa asing terbanyak,” tutup Rektor.

Rektor kemudian melakukan perbincangan dengan Kementerian Pendidikan KSA. Setelah itu, rombongan bersama Rektor UIN Maliki Malang, melihat langsung proses pembangunan Ma’had dan Kampus III UIN Maliki Malang yang memperoleh pendanaan dari Saudi Fund Development (SFD) di Kota Batu.
Perlu diketahui, Kementerian Pendidikan KSA tidak datang sendiri, mereka bersama perwakilan dari Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Alquro pada Kamis (9/2/2023) kemarin. Kementerian Pendidikan KSA diwakili oleh Dr Abdulrahman Ali M Alamri, dan Dr Sami Abdulrahman H Alharbi. Sementara itu Universitas Madinah diwakili oleh Dr Ibrahim Salem N Alsaedi. Kemudian ada Dr Hasan Abdulhamid A Bukhari perwakilan dari Universitas Ummul Alquro. [dan/but]






