Pamekasan (beritajatim.com) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Saiful Hadi menilai penambahan dua guru besar alias profesor di institusi yang dipimpinnya, menjadi modal penting untuk penguatan bidang akademik sekaligus indikator mutu kelembagaan, serta memasang target 25 guru besar pada 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan seiring dengan adanya tambahan dua guru besar baru di lingkungan Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan, yakni Prof Dr Achmad Muhlis sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan Islam, serta Prof Dr H Mohamad Ali Al-Humaidy sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Politik Islam.
Bahkan keduanya juga dikukuhkan secara langsung melalui penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode 2 Tahun 2025 di Hall Room Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, Banten, Senin (15/12/2025).
Sekaligus memastikan Perguruan Tinggi yang mengusung konsep Asta Helix Taneyan Lanjhang sudah memiliki sebanyak 17 guru besar dari beragam bidang, di mana sebelumnya terdapat 15 guru besar khususnya setelah Prof Dr H Atiqullah dikukuhkan sebagai profesor pada awal 2025 lalu.
“Bertambahnya guru besar menjadi modal penting bagi sektor penguatan akademik, utamanya bagi program studi yang selalu ditagih lembaga akreditasi sebagai wujud mutu lembaga. Sehingga keberadaan profesor ini dapat menjadi indikator mutu kelembagaan yang selama ini menjadi perhatian utama lembaga akreditasi nasional,” kata Saiful Hadi, Kamis (18/12/2025).
Selain itu, keberadaan guru besar juga dinilai memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan reputasi perguruan tinggi. Terlebih terdapat tuntutan publikasi ilmiah dengan kapasitas internasional, termasuk pada jurnal terindeks Scopus sebagai salah salah satu syarat menjadi profesor.
“Terlebih kami juga meyakini jika capaian guru besar ini bukan hanya meningkatkan reputasi akademik, tetapi juga bisa berkontribusi nyata terhadap terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik. Salah satu di antaranya melalui riset dan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya komitmen untuk merealisasikan target prestisius dalam meningkatkan bidang akademik dan mutu kelembagaan di institusi yang dipimpinnya. “Tahun (2026) depan, kita target guru besar menjadi 25 orang, sehingga kita bisa siapkan 13 calon guru besar, sekaligus peningkatan jabatan Lektor menjadi Lektor Kepala,” pungkasnya. [pin/kun]






