Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) kukuhkan 6 guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan. Mereka diharapkan dapat memperkuat mutu dan kualitas perguruan tinggi.
Rektor Ubaya Dr Benny Lianto mengatakan bahwa guru besar merupakan pilar-pilar pengetahuan di kampus. Menurutnya, semakin banyak guru besar, maka akan semakin memperkuat mutu dan kualitas perguruan tinggi.
“Selain itu, bertambahnya guru besar akan medorong kinerja Ubaya sebagai kampus inovasi berbasis riset dan world class university,” ujar Benny saat pengukuhan guru besar di kampus setempat, ditulis Kamis (21/12/2023).
Kali ini, Ubaya mengukuhkan 6 guru besar dari 3 fakultas yakni Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, serta Fakultas Bisnis dan Ekonomika.
Keenam guru besar tersebut antara lain Prof Rudy Agustriyanto, Prof J.M Atik Krustiyati, Prof Elieser Tarigan, Prof Hesti Armiwulan Sochmawardiah, Prof Putu Doddy Sutrisna, dan Prof Putu Anom Mahadwartha.
Tiap guru besar baru tersebut juga memaparkan orasi ilmiahnya, termasuk Prof Putu Anom. Ia menyampaikan orasi berjudul ‘Apakah Kita Semua Penjudi? Ambiguitas Efficient Market Hypothesis yang Mendorong Gambler Behavior’.
Secara singkat, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya itu menjelaskan bahwa masyarakat kerap salah kaprah dengan merasa bahwa dirinya tidak ‘berjudi’. Padahal, perilakunya berjudi.
“Masyarakat sering salah kaprah, merasa tidak berjudi padahal perilakunya berjudi. Itulah mengapa banyak orang yang tergiur iming-iming keuntungan instan dari investasi bodong,” katanya.
Pengukuhan ini diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Ubaya Kampus Tenggilis. Bertambahnya 6 profesor baru ini tentu menjadi kado istimewa Ubaya di penghujung tahun 2023. Di sisi lain, bertambahnya guru besar ini juga akan memperkuat mutu dan kualitas kampus. (Ipl/Aje)






