Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan edukasi siswa SMP di Surabaya tentang energi terbarukan. Ini mengingat Indonesia tengah berada di fase peralihan ke energi terbarukan itu.
“Pemberian edukasi sejak dini perlu dilakukan. Apalagi, banyak SMP di Surabaya yang sudah mendapat predikat Adiwiyata,” kata Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Energi Terbarukan (PuSLET) Ubaya Prof Elieser Tarigan, Kamis (1/8/2024).
Menurutnya, siswa SMP memiliki rasa keinginan tahuan yang tinggi. Sehingga, pengetahuan tentang energi terbarukan ini nantinya bisa menjadi bekal saat bekerja di industri dan terbiasa dengan peduli terhadap lingkungan.
“Begitu pula dengan para guru yang juga perlu diedukasi agar bisa mendidik siswa aware dengan energi terbarukan. Ini merupakan kegiatan yang dampaknya jangka panjang,” kata Prof Elieser.
Dalam pelatihan yang diberikan, Tim PuSLET Ubaya mendemonstrasikan penggunaan kit energi terbarukan. Kemudian mereka merakit mobil tenaga surya berskala kecil dengan panduan dari modul.
Selain merakit, juga dilakukan perhitungan dengan rumus yang telah diberikan agar mobil dapat berjalan menggunakan sinar matahari. “Mobil listrik yang selesai dirakit akan diberikan ke sekolah untuk jadi inventaris dan kenang-kenangan,” jelas Prof Elieser.
Ke depan, lanjut dia, PuSLET Ubaya akan rutin menggelar kegiatan serupa untuk mengedukasi masyarakat. Harapannya, ini menjadi langkah awal upaya peningkatan kesadaran tentang energi terbarukan untuk generasi muda.
Kegiatan edukasi energi terbarukan ini ditujukan bagi 40 sekolah Adiwiyata tingkat SMP di Surabaya. Salah satu kegiatannya yakni merakit mobil listrik tenaga surya berskala kecil.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Ubaya dengan Kedutaan Czech Republic dan Pemkot Surabaya sebagai pelaksanaan Project Empowering Indonesian Schools with Renewable Energy Demonstration: A SSP Project with Czech Innovation.
Ubaya mendapatkan hibah dari pemerintah untuk pengembangan energi terbarukan yang disinergikan dengan small grant dari Republik Ceko yang mendukung aktivitas di negara berkembang berkaitaan dengan Sustainable Development Goals (SDG). [ipl/kun]






