Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) dan Binus University (Universitas Bina Nusantara) menawarkan solusi dan ide inovatif bagi UMKM lewat program Market Entry Strategy to Indonesia (MES) 2024.
Project Lead Program MES Debby Sonita Lubis menjelaskan bahwa kegiatan dalam program ini yakni kunjungan ke mitra UMKM binaan, dilanjutkan presentasi solusi dan ide inovatif berdasarkan data.
“Tujuannya, menghadirkan pengalaman unik yang menggabungkan teori dan keterampilan. Harapannya ide-ide inovatif yang dihasilkan para partisipan dapat meningkatkan kinerja UMKM dan membantu mereka menembus pasar global,” jelas Deby, Kamis (25/7/2024).
Sementara Direktur Kerjasama Kelembagaan Ubaya Yenny Sari mengungkapkan, MES 2024 diikuti oleh 26 mahasiswa domestik dari Ubaya dan Binus serta 6 mahasiswa dari Korea, Filipina, Somalia, dan Timor Leste.
Selain itu, ada lebih dari 5 fasilitator dari Ubaya dan Binus. Yenny menambahkan, adapun dukungan lainnya yakni berupa proses rekognisi MES menjadi mata kuliah 2-3 SKS di masing-masing prodi untuk mahasiswa.
“Ubaya memberikan dukungan full pembebasan biaya program kepada tiap mahasiswa yang ikut menjadi peserta untuk berangkat satu minggu ke Binus dan satu minggu selama di Ubaya,” ungkapnya.
Yenny berharap, program semacam ini dapat dilakukan secara rutin dan dapat menjadi alternatif kampus untuk peningkatan mahasiswa inbound asing.
Sebagai informasi, MES merupakan program rutin sejak 2016 silam. Tahun ini, MES digelar di Jakarta dan Surabaya. Salah satu kegiatan intinya yakni Gallery Walk: Project Showcase di Fakultas Psikologi, Ubaya.
Pada Gallery Walk: Project Showcase, mahasiswa yang telah tergabung dalam tim mempresentasikan hasil ide bisnis berdasarkan pengamatan usai mengunjungi UMKM pada hari sebelumnya. [ipl/ian]






