Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) resmi menjadi anggota Texas International Education Consortium (TIEC), sebuah jaringan pendidikan tinggi bergengsi yang berbasis di Amerika Serikat. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UB, Dr. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc., menjelaskan bahwa keanggotaan ini merupakan hasil kolaborasi lintas unit di UB, terutama tim International Academic Affairs dan jajaran Wakil Rektor Bidang Akademik.
“Kami bertemu dengan delegasi TIEC dan menemukan kesamaan visi. Mereka adalah konsorsium terbuka bagi universitas global, dan dari diskusi itu UB memutuskan untuk mendaftar. Alhamdulillah, UB diterima menjadi anggota dan hari ini adalah pernyataan resminya,” ujar Andi.
Inaugurasi keanggotaan UB ini digelar Jumat (16/5/2025) di Ruang Oryza Guest House UB Lantai 3. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, termasuk Deputi Politik dan Ekonomi.
Keanggotaan ini membuka peluang besar bagi UB untuk memperluas jejaring akademik dan kolaborasi riset dengan puluhan universitas ternama di Texas, Amerika Serikat.
“Ini jadi pintu gerbang untuk mempercepat program internasionalisasi kami. TIEC sudah punya program rutin tahunan dan rencana pengembangan. Hal ini akan memperkuat posisi UB sebagai kampus internasional,” tambah Andi.
Lebih jauh, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari strategi UB untuk menuju status World Class University, salah satu target besar yang sedang digencarkan oleh pimpinan universitas.
Langkah konkret langsung diambil UB dengan mengirim sejumlah dosen untuk menjajaki peluang studi lanjut serta kerja sama riset di kampus-kampus anggota TIEC.
“Masih banyak dosen kami yang S2. Kami coba buka peluang S3, termasuk mencari beasiswa atau skema pengurangan biaya studi. Juni nanti beberapa peneliti UB akan ke Texas mencari mitra riset,” ungkapnya.
Menariknya, ketua diaspora Indonesia di Amerika yang merupakan alumni UB turut memfasilitasi proses kolaborasi ini. Ia bahkan berkunjung ke UB beberapa waktu lalu untuk mempercepat proses inisiasi kerja sama.
UB menargetkan kerja sama lintas bidang, dengan penekanan pada ketahanan pangan, hubungan internasional, dan isu-isu strategis seperti geopolitik. “Amerika dengan pemerintahan barunya sedang banyak mengeluarkan kebijakan out of the box yang bisa menjadi bahan diskusi akademik, bahkan politik global,” jelas Andi.

Selain Amerika, UB juga sedang memperkuat jejaring internasional di Eropa. Salah satunya dengan King’s College London yang kini membuka kampus di KEK Singosari dan bekerja sama dengan UB.
“Target utama kami adalah peningkatan SDM. Masih banyak dosen UB yang harus S3. Kolaborasi ini akan mempermudah akses studi lanjut dan beasiswa,” ujarnya.
UB mengakui jumlah mahasiswa dari Eropa dan Amerika masih tergolong sedikit. Sebagian besar mahasiswa asing UB saat ini berasal dari Timur Tengah dan Eropa Timur, seperti Uzbekistan, dan sebagian besar hanya mengikuti program short visit non-degree.
“Harapannya, setelah UB menjadi anggota TIEC, arus mobilitas bisa dua arah kami ke sana, mereka ke sini,” pungkasnya. (dan/kun)






