Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) Malang meluncurkan Artificial Intelligence (AI) Center. Keberadaan AI Center ini bertujuan untuk pengembangan keilmuan dan penelitian dengan kecerdasan buatan.
Wayan Firdaus, Ketua AI Center UB berharap kehadiran AI ini dapat mengcover berbagai kebutuhan fakultas. Menurutnya, penelitian di tiap fakultas memang membutuhkan AI. Seperti penelitian optimasi bahan pakan ternak, deteksi penyakit, kontrol penyangraian kopi, dan lain semacamnya.
AI dalam bentuk supercomputer itu, berguna untuk memfasilitasi dosen. Keberadaan AI Center untuk mengoptimalisasi civitas akademika UB agar menghasilkan penelitian dan keilmuan yang lebih baik.
“Super computer yang tersedia saat ini yaitu NVIDIA DGX A100: Universal System for AI Infrastructure. Saat ini terpasang di UPT Sistem dan Teknologi Informasi. Dengan memanfaatkan fasilitas ini, penelitian yang dulu butuh waktu sebulan, saat ini bisa beberapa jam saja,” kata Wayan, sapaannya.
Kehadiran AI Center ini untuk mendukung berbagai kegiatan pengembangan AI di UB. AI Center akan menghadirkan workshop penggunaan supercomputer yang mengundang perwakilan tiap fakultas.
“Kami juga mengadakan sosialisasi AI untuk seluruh bidang di UB secara bertahap. Selain itu melakukan publikasi penelitian terkait AI. Dan membentuk tim dalam perancangan silabus mata kuliah AI di seluruh program studi di UB,” sambungnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ub-malang”]
Dikatakannya, saat ini tim tengah bekerja dengan melibatkan seluruh program studi agar mata kuliah AI menjadi mata kuliah wajib. Mata kuliah muatan universitas yang sejajar dengan mata kuliah Bahasa Inggris, Kewirausahaan, dan Agama.
“Tentu kami harus memetakan karena setiap prodi punya kebutuhan AI yang berbeda-beda. Targetnya semester depan, Semester ganjil 2023-2024,” pungkas pria yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi itu.

Sementara itu, Rektor UB Malang Prof Widodo, SSi, MSi, PhD Med Sc berharap agar AI Center bisa menjadi media kolaborator berbagai bidang keilmuan. Dia juga menghimbau hadirnya AI Center agar dapat mengakselerasi kegiatan penelitian. Menurut Rektor, UB ke depan harus memimpin pada bidang AI dengan mengusung tagline ‘AI University’.
“Jumlah publikasi kita banyak, namun yang berada di akreditasi Scopus Q1 dan Q2 masih sedikit. AI ini diharapkan memudahkan untuk menghasilkan penelitian berkualitas, sehingga lebih mudah masuk ke jurnal dengan reputasi tinggi. Bukan hanya jumlahnya saja yang banyak, tapi juga berkualitas,” kata Rektor. [dan/but]






