Malang (beritajatim.com) – Pendakian Gunung Bromo segera akan dibuka. Otoritas terkait Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kini menanti arahan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan sebelum resmi membukanya.
Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan rencana pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru segera dilakukan namun masih ada beberapa pertimbangan.
“Memang benar akan dibuka, tapi masih belum dilaksanakan. Pembukaan jalur untuk kegiatan pendakian ditentukan setelah mendapatkan izin dari Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan,” kata Septi, Minggu, (8/12/2024).
Saat ini langkah yang dilakukan BB TNBTS adalah menyiapkan segala kebutuhan teknis dan non teknis sembari menunggu izin resmi dari Direktorat KSDAE. Kesiapan dari segi teknis seperti mempersiapkan petugas dam sarana pendukung lainnya. Sedangkan, untuk non teknisnya, faktor alam dan hal lainnya.
“Sebagai bagian dari persiapan, TNBTS juga mengadakan rapat koordinasi pendakian semeru yang dihadiri oleh TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Kepala Desa Ranupani, pos pengamatan gunung api (PGA), Basarnas, dan para stakeholder lainnya pada 4 Desember 2024,” ujar Septi.
Persiapan secara matang dilakukan demi keselamatan pendaki maupun masyarakat. Mereka tidak ingin ada insiden fatal ketika memutuskan membuka pendakian. Sehingga segala prasarana saat ini dilakukan.
“Tujuan ketika pendakian dibuka diharapkan mampu menciptakan zero accident dan zero waste sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak,” ujar Septi.
Sementara soal tarif pendakian akan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 yang mengatur tentang jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
“Untuk kawasan wisata Gunung Semeru dan sekitarnya berada di Kelas II. Penyesuaian tarif resmi dan persyaratan pendakian Gunung Semeru akan disampaikan saat pengumuman pendakian,” ujar Septi. [luc/aje]






