Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan di kandang sendiri. Kali ini, mereka harus menyerah kepada Bali United dengan skor akhir 0-2. Pertandingan ini berlangsung pada hari Rabu, 24 April 2024, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster merasa bahwa permainan para pemainnya di babak pertama memiliki potensi untuk menghasilkan gol. Namun, para pemain justru melakukan kesalahan yang berakibat pada kebobolan gol di menit ke-35 oleh Irfan Jaya dari Bali United.
Munster berusaha memperbaiki keadaan di babak kedua dengan memperbaiki beberapa kesalahan dan membahas kesulitan dalam menciptakan gol.
“Saya pikir babak pertama moment yang pas untuk menghasilkan gol namun nyatanya para pemain malah membuat satu kesalahan, mereka gagal mempertahankan serangan yang di lakukan bali hasilnya kita kebobolan,” ungkap Munster usai pertandingan.
Namun, hingga tambahan waktu enam menit di babak kedua, para pemain Persebaya tidak mampu memberikan perubahan signifikan. Mereka malah terjebak dengan gol kedua oleh B Privat di menit ke-73.
“Di babak kedua saya mulai melihat apa yang harus di rubah baik dari permainan hingga pergantian pemain di beberapa lini untuk bisa menciptakan gol dan mencoba menekan permainan Bali United namun pada akhirnya kita justru malah kebobolan di gol kedua padahal kita mencoba menekan dan mendorong pemain untuk berpindah,” imbuhnya.
Menurut Munster, pemain bermain cukup bagus dan kuat di babak kedua. Mereka mendapatkan beberapa kesempatan dan peluang untuk menciptakan gol. Namun, hal itu tidak bisa terjadi dan tidak dapat mengubah skor.
“Sayangnya, hari ini, di transisi ada tim bagus, pemain kuat, dan mereka mencoba mencetak gol, ada 2-3 peluang. Jadi itu juga soal kualitas pemain mereka tidak bisa mencetak gol. Tapi bagi saya, ini soal mental pemain pada pertandingan hari ini,” ujarnya.
Setelah mengalami kekalahan, Munster ingin para pemain menyelesaikan pertandingan terakhir melawan Persik Kediri dengan baik. Meski secara pribadi, pelatih asal Irlandia Utara ini ingin segera mengakhiri kompetisi musim ini.
“Kami hanya fokus untuk pertandingan berikutnya lagi, melakukan perubahan dan melihat Persebaya ingin bermain untuk pertandingan terakhir. Saya sebenarnya senang karena pertandingan terakhir musim ini selesai. Saya Ingin menyelesaikan musim ini secepat mungkin, namun fokus pada pertandingan terakhir sangatlah penting. Saya juga mungkin para suporter datang, mereka tidak bisa mendukung tim, tapi kami berharap kami dapat memberikan sesuatu yang baru,” tegasnya.
Mikael Tata, pemain muda Persebaya Surabaya, merasa kurang puas dengan hasil pertandingan hari ini. Menurutnya, kesalahan ini dibuat oleh para pemain sendiri. “Kami gagal mencetak gol pertama maupun kedua. Kami akan fokus pada pertandingan berikutnya dan saya yakin tim ini bisa di pertandingan berikutnya,” tutupnya. (way/ian)






