Blora (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora telah menggelar peluncuran dan peresmian bank sampah Kalpataru, sebuah inisiatif baru untuk mengelola sampah secara berkelanjutan dan mengubahnya menjadi tabungan emas.
Acara yang digelar di area dinas tersebut dibuka oleh Kepala DLH Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto, ST., MM, yang juga menjabat sebagai Pembina Bank Sampah Kalpataru.
“Launching telah dilaksanakan pada Jumat, 10 Agustus 2023. Kerjasama dilakukan dengan Bank Sampah Induk (BSI) dan Pegadaian Blora,” terang Istadi dalam keterangan resminya di Blora, Senin (21/8/2023).
Baca Juga: Polres Pasuruan Amankan Tiga Pelaku Narkoba, Salah Satunya Residivis
Ia menjelaskan bahwa program Bank Sampah ini merupakan inovasi yang bertujuan untuk mengubah sampah menjadi aset berharga, yakni tabungan emas. Dengan demikian, diharapkan pandangan masyarakat terhadap sampah dapat berubah, bahwa sampah yang biasanya dianggap tak bernilai bisa menjadi sumber nilai ekonomis bila dikelola dengan baik.
“Dalam program ini, sampah yang terkumpul akan didata dan dihitung nilai konversinya ke dalam rupiah, lalu akan dimasukkan sebagai tabungan emas,” jelasnya.
Setiap pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di DLH Blora diharapkan berpartisipasi dengan membawa sampah pada setiap hari Jumat untuk dikumpulkan.
Baca Juga: Fahri Hamzah Sebut Keputusan Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Aspirasi Kader Partai Gelora se-Indonesia
“Kami berharap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga memiliki dan mengelola Bank Sampah,” tambahnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah, Pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun, serta Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari DLH, Bayu Himawan, ST., MM, yang mendampingi proses peluncuran.
Dengan adanya Bank Sampah Kalpataru, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora berupaya untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat tentang sampah dan mempromosikan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan serta bernilai ekonomi. [ian]






