Malang (beritajatim.com) – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang membuat straregi cadangan untuk menjaga stabilitas layanan air minum. Salah satunya mengebut pembangunan sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di tahun 2023 ini.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas mengatakan, bahwa mereka sedang menyiapkan reservoir di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Bulutangkis, Kelurahan Tasikmadu dengan debit inlet 25 lps berkapasitas water tank 1.000 m3. Reservoir ini diproyeksikan bisa mencakup layanan 2.500 sambungan rumah (SR). Dengan begitu layanan ini dapat mengurangi beban Water Tank Dawuhan dan layanan Wendit 2.
“Dengan jumlah pelanggan saat ini mencapai lebih dari 175.000 SR, maka iddle capacity harus mencukupi. Berjalannya WTP dan SPAM baru merupakan strategi back up, tanpa harus lepas dari air sumber yang selama ini sudah kami kelola,” ujar Muhlas Senin, (17/4/2023).
Adapun titik lain diantaranya ada di Merjosari, Pisangcandi hingga Kebonsari. Dengan memanfaatkan Sumber Air Clumprit, Water Tank Merjosari berkapasitas 1.000 m3 dengan debit inlet 100 lps. Diproyeksikan reservoir Merjosari dapat mencakup kurang lebih 10.000 sambungan di wilayah Merjosari hingga DMA Raya Langsep, Mertojoyo dan sekitarnya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/dibakar-suami-istri-di-surabaya-itu-akhirnya-meninggal/
“Meski sudah menjalin kerjasama WTP dengan Perum Jasa Tirta 1, kami memastikan tetap memanfaatkan layanan yang sudah ada dari sumber-sumber mata air dan reservoir yang tersebar sehingga ketersediaan suplai aman dan layanan optimal,” imbuhnya.
Sedangkan untuk mengcover pelayanan wilayah Kebonagung, Kepuh, Sukun dan sekitarnya, akan disiapkan Reservoir Kebonsari berkapasitas 1.000 m3. Jumlah rencana pelayananannya mencapai 2.500 SR. Muhlas berharap seluruh proses pembangunan dan persiapan SPAM baru bisa tuntas tepat waktu. “Memang harapannya, jika air baku sudah stabil, maka kami bisa menyediakan layanan untuk lebih banyak SR,” tandas Muhlas. (luc/kun)






