Tuban (beritajatim.com) – Tubgraff atau Tuban Graffiti menggelar aksi menghias dinding rumah di perkampungan nelayan Kota Tuban. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara Seniman Art Visual Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan lewat All City dengan tema “Membaur di Utara”, Minggu (22/10/2023).
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Tubgraff Akbar Kusuma Anjasmara mengatakan bahwa munculnya ide aksi peduli lingkungan berawal dari keprihatinan melihat kondisi perkampungan nelayan di Kota Tuban yang sering kali dicap kumuh.
Agar terlihat lebih indah dan menarik, dinding – dinding rumah di perkampungan nelayan dihias atau dilukis dengan menggunakan pilok. Tidak hanya para seniman Tubgraff, adapun seniman visual dari berbagai kota di Indonesia ini sukses mencurahkan kreatifitasnya dalam acara All City “Membaur di Utara”.
“Rangkaian acara dimulai sejak Jumat 20 Oktober 2023, dimulai menggambar di dinding-dinding rumah nelayan yang membelakangi lautan,” ujar Akbar Kusuma Anjasmara.
Pria yang akrab disapa Anjas ini juga menyebutkan, ada 12 seniman yang ambil bagian dalam proyek tersebut. Empat orang seniman lokal, lalu ada yang dari Surabaya, Bali, Jogja, Semarang, Solo, Tangerang, Banyuwangi, Sumenep, dan Malang.
BACA JUGA: Villa Omah Londo Tawarkan Menu Baru dan Suasana Rooftop yang Instagramable
“Dengan style mereka masing-masing, Komplek Kawatan (Timur Pantai Boom) Sendangharjo RW.04 Tuban disulap menjadi lebih berwarna dan hidup,” tutur Anjas.
Masih kata Anjas, bahkan kedatangan para seniman di kawasan nelayan Tuban ini disambut antusias oleh warga sekitar. Sebab tidak hanya menghias dinding, namun mereka juga melakukan bersih pantai yang diikuti oleh puluhan volunteer dan masyarakat lokal.
“Kami berharap bisa menstimulasi masyarakat untuk mulai memikirkan lingkungan khususnya laut. Sebab, laut adalah rumah, tempat mencari makan, dan pengisi jiwa,” paparnya.
Selain itu, banyak yang telah kita ambil dari laut, namun kita lupa untuk memberikan hak laut itu sendiri. Melalui gerakan ini, Anjas menginisiasi dan mengajak semua agar lebih peka, peduli terhadap lingkungan sekitar di kampung nelayan Tuban khususnya.
Malamnya, All City “Membaur di Utara” dilanjutkan dengan talk show, dengan narasumber Akbar Kusuma Anjasmara direktur Tubgraff , Seniman Visual Art sekaligus Kurator dan Direktur Biennale Jatim Dwiki Nugroho Mukti, serta Satrio Sudibyo artis visual art dari Semarang.
BACA JUGA: Festival Sastra Yogyakarta untuk Teguhkan Keistimewaan DIY
Ditempat yang sama, Seniman Visual Art sekaligus Kurator dan Direktur Biennale Jatim Dwiki Nugroho Mukti sangat mengapresiasi All City “Membaur di Utara” yang digelar oleh Tubgraff, selain misi menyuarakan kesadaran untuk menjaga lingkungan, juga mengenalkan seni graffiti kepada masyarakat.
“Saya harap, acara ini akan terus berjalan, dan semakin banyak menyuarakan hal positif,” kata dia.
Senada dengan seniman artis visual art Semarang Satrio Sudibyo yang juga ikut dalam menghias dinding rumah para nelayan dengan karyanya ini menyebutkan, kolaborasi yang terjalin antara seniman graffiti dapat menciptakan energi positif. Salah satunya, dengan menyuarakan kesadaran cinta lingkungan lewat karya graffiti bisa memberikan energi untuknya agar selalu berkarya.
“Harapan kami, setiap seniman terutara visual art selalu merawat kepedulian dan kecintaan mereka terhadap graffiti itu sendiri. Mari terus merawat dan menyirami kecintaan kita terhadap seni ini,” pungkasnya. [Ayu/nap]






