Magetan (beritajatim.com) – Selain meresahkan masyarakat, truk yang melangsir solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Magetan juga dibilang sakti. Betapa tidak, meski sudah ada papan bertuliskan ‘Solar Habis’, truk ini masih dilayani petugas SPBU.
Kejadian tepatnya di SPBU Jalan Raya Maospati-Ngawi masuk desa Patihan, Karangrejo, Magetan. Truk berkelir dengan bak hitam dan bagian belakang bak ditutup sampai atas itu masuk ke area SPBU Patihan dan langsung menuju stasiun pengisian solar. Padahal, di depan stasiun pengisian solar sudah diberi info bahwa solar habis.
Pun, adanya truk pelangsir yang ‘sakti’ itu bikin resah warga. Mereka yang terpaksa sudah terlanjur putar balik karena solar habis kecewa karena truk itu justru tetap dilayani saat membeli solar.
BACA JUGA:
Ini Modus Truk yang Diduga Langsir dan Timbun Solar di Magetan
“Saat itu hari Senin (27/3/2023) sore, hujan gerimis, saya bawa truk ke sana mau isi solar di SPBU Patihan ini. Eh, di papan solar sudah habis. Saya terus putar balik dan berhenti sebentar di dekat situ sembari istirahat. Eh, truk itu masuk, ngisi solar dong. Dan dilayani,” kata pria berinisial T, salah seorang pengemudi truk.
T yang kerap berlalu lalang di Jalan Raya Maospati-Ngawi mengaku kerap melihat truk serupa di beberapa SPBU lain. Pun, saktinya truk itu juga sudah bisa dilihat di sejumlah SPBU lain. Saat solar habis, mereka tetap dilayani dan diisi solar.
BACA JUGA:
Truk di Magetan Diduga Langsir dan Timbun Solar Bikin Resah
Tak hanya truk itu saja, sejumlah bus patas jurusan Magetan-Surabaya juga dapat kesaktian yang sama. Tentu hal itu membuat T merasa kesal dan kecewa. Lantaran, dia sebagai masyarakat jyga butuh BBM bersubsidi jenis solar.
Dia tak berani melapor ke polisi karena tak tahu siapa yang ada di balik truk-truk yang diduga melangsir solar itu. Sempat ada yang bilang padanya jika pemilik praktik usaha itu adalah seorang anggota. “Tapi, gak tahu ya anggota apa. Ada yang bilang punyanya anggota,” pungkasnya. [fiq/but]






