Surabaya (beritajatim.com) – Music video (MV) Gala Bunga Matahari, dari Sal Priadi, sukses buat para penontonnya merasa sedih hingga menitikkan air mata. Bagaimana tidak? Lagu dan MV ini menceritakan tentang rasa rindu pada orang tersayang yang telah tiada.
Adapun dalam MV yang turut diperankan oleh Gempita Nora Marten anak dari artis Gading Marten dan Gisella Anastasia, ini mempresentasikan seorang nenek yang sudah lebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa.
Ia telah berada di “surga” dan menjadi muda lagi seperti lagunya. Namun, meski berada dalam dunia yang berbeda, ia masih tetap dapat berkomunikasi batin dengan sang kakek (Landung Simatupang) yang ada di bumi untuk melepas rasa rindu di antara keduanya.
Hingga kemudian, sang kakek pun menyusul ke “surga” dan mereka akhirnya bisa bertemu kembali dengan wujud yang sama-sama masih muda.
“Semiotika bertutur yang bagus untuk lagu yang bagus dengan lirik yang bagus.. Sinema ❤️,” tulis (et) fajar****, di akun X.
“Brengshake Lo Sal Priadi 😭 udah lagu Gala Bunga Matahari nya nyelekit, ditambah lagi sama MV nya habis dah air mata gue😭😭,” ujar (et) bang***.
Adapun MV ini dapat ditonton di kanal YouTube Sal Priadi, sejak 8 Agustus 2024 lalu. Bahkan belum genap satu hari penayangan, official music video tersebut telah masuk trending 1 untuk musik, dengan total penonton lebih dari 1,5 juta.
Lirik lagu Gala Bunga Matahari – Sal Priadi
Mungkinkah…
mungkinkah…
Mungkinkah, kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Mungkinkah…
Mungkinkah…
Mungkinkah, kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Kan kuceritakan padamu
Bagaimana hidupku tanpamu
Kangennya masih ada di setiap waktu
Kadang aku menangis bila aku perlu
Tapi aku sekarang sudah lebih lucu
Jadilah menyenangkan s’perti katamu
Jalani hidup dengan penuh sukacita
Dan percaya kau ada di hatiku s’lamanya,
oh-oh
Mungkinkah…
Mungkinkah…
Mungkinkah, kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Mungkinkah…
Mungkinkah…
Mungkinkah, kau mampir hari ini?
Bila tidak sekarang
Janji kita pasti ‘kan bertemu lagi
(fyi/ian)






