Surabaya (beritajatim.com) – Tren pemberitaan positif tentang industri hulu minyak dan gas bumi di Indonesia meningkat. Media massa memiliki peran penting dalam menyosialisasikan dan memberikan pemahaman tentang industri migas kepada masyarakat.
Hal ini dikemukakan Nurwahidi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa), saat membuka acara Media Gathering Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang digelar secara daring, Kamis (24/6/2021).
Menurut Nurwahidi, tahun lalu, dari 827 berita yang masuk dalam bank data, 85 persen positif, 12 persen netral, dan 3 persen yang negatif. “Sekarang sampai Juni ini, sudah ada 263 berita, sebanyak 87 persen positif, 11 persen netral, 2 persen negatif. Jadi ada peningkatan tren berita positif,” katanya.
Tren ini, menurut Nurwahidi, layak disambut gembira. “Tentunya ini tantangan bagi kita untuk lebih mempererat hubungan dengan media. Kita tak boleh lari dari kenyataan ketika ada pemberitaan bernada negatif. Justru kita harus mendekati media massa tersebut untuk memberi pengertian dan informasi yang lebih terbuka,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”skk-migas”]
Itulah kenapa kemudian Nurwahidi menyambut gembira media gathering ini merupakan ajang silaturahmi, komunikasi, dan sosialisasi serta tukar pikiran antara pelaku kegiatan hulu migas dari Pertamina Regional IV dengan para awak media. “Diharapkan dari media gathering akan diperoleh masukan-masukan dari para awak media agar bisa memperbaiki lagi kinerja kegiatan hulu migas ke depan,” katanya.
Apalagi selama ini SKK Migas Jabanusa sudah berupaya terlibat aktif dalam peningkatan kualitas wartawan, antara lain ikut mendukung Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur, pelatihan atau lokakarya, maupun lomba-lomba penulisan. “Kita galang terus kemitraan untuk memberi persembahan yang baik untuk nusa dan bangsa,” kata Nurwahidi. [wir/but]






